Ribuan Warga Bantul Tinggal di Lokasi Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Hujan deras kembali memicu terjadinya longsor di Dusun Ketos Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri. Tembok rumah Warijan (57) ambrol tidak kuasa menahan terjangan material tanah. Kerusakan tembok sepanjang 8 meter dengan ketinggian 2 meter.

Lurah Sriharjo, Titik Istiwayatun Khasanah SPd mengatakan musibah tersebut terjadi Senin (18/01/2021) malam. Sebelum kejadian hujan turun sangat deras, pemilik rumah mendengar suara gemuruh seperti tanah bergerak.

“Setelah suara gemuruh itu pemilik rumah melihat ke samping rumah dan benar terjadi tanah longsor mengenai dinding rumah hingga rusak,” ujar Titik, Selasa (19/01/2021).

Koordinator Lapangan Posko Banjir dan Longsor Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul, Oman menjelaskan jebolnya tembok dipicu longsoran material tanah. Setelah peristiwa itu FPRB Sriharjo bersama warga Ketos, Karang Taruna Sriharjo, Bhabinkamtibmas Sriharjo, Tagana Bantul, SAVE Selopamioro, KSB Kebonagung dan BPBD Bantul bergerak melakukan penanganan secepat mungkin.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi mengatakan, Bantul merupakan daerah pegunungan yang punya potensi terjadi bencana tanah longsor. “Melihat hasil kajian BPBD Bantul, 2.300 lebih kepala keluarga berada di daerah rawan longsor. Artinya potensi bencana longsor di Bantul cukup tinggi,” ujar Dwi. (Roy)

BERITA REKOMENDASI