Ribuan Warga Salat Id di Gumuk Pasir Parangtritis

Editor: KRjogja/Gus

KRETEK, KRJogja.com – Ribuan orang melaksanakan salat Idul Adha di gumuk pasir Pantai Parangkusumo Desa Parangtritis Kretek Bantul, Rabu (22/8). Selain warga Parangtritis, banyak wisatawan sengaja datang untuk merasakan sensasi salat di padang pasir. Khotib dan imam salat H Muhammad Wasir Nuri. Sementara Bupati Bantul Drs H Suharsono dan Erna Kusmawati Suharsono melaksanakan salat di Lapangan Trirenggo Bantul.  

Ketua Cabang Pengurus Muhammadiyah Kretek, Suhardi mengatakan, jamaah salat Idul Adha diperkirakan 2.500 orang. Jumlah itu jauh sedikit dibanding jemaah salat Idul Fitri lalu. Ketika salat Idul fitri diatas 5.000 orang. “Ketika Idul Fitri banyak perantauan mudik di kampung halamannya, itu yang mempengaruhi jumlahnya  jemaahnya ,” ujarnya. Sementara penyembelihan hewan kurban di Parangtritis mencapai 171 ekor, sapi sebanyak 81 ekor dan  kambing 90 ekor.

Muhammad Wasir Nuri mengatakan esensi Hari Raya Idul Adha salah satunya tentang jihat dan kesabaran.  Karena sejak lahir Nabi Ibrahim sudah diancam pedang Raja Namrud. Bahkan ketika mengajak orangtuanya  menyembah Allah justru diusir dari rumah. Perjalanan hidup Nabi Ibrahim  terus berkonfrontasi dengan Raja Namrud, termasuk ketika dewasa berusaha memenggal patung-patung berhala. Bahkan bertahun-tahun menikah, belum dikaruniai anak. Tetapi pada saat dikaruniai anak justru diperintahkan Allah menyembelihnya dengan tangannya sendiri saat usia remaja.

Karena cintanya kepada Allah SWT, perintah itu dilaksanakan. Sebenarnya Allah hanya menguji kecintaan Nabi Ibrahim, sehingga  pada saat pedang menempel di leher Ismail, Allah lewat malaikatnya mengganti tubuh Ismail dengan kambing.  
"Hikmah dari kisah Nabi Ibrahim ialah kerelaan berkorban sosial dalam kehidupan  yakni mengorbankan kepentingan pribadi untuk masyarakat. Tetapi di negara sebaliknya, dimana elit bangsa justru menunjukkan keserakahan mereka. Praktek korupsi terjadi disegala lini kehidupan,"ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI