Ringkus 5 Pengedar, Polres Bantul Amankan Ribuan Obat Berbahaya

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Petugas Satresnarkoba Polres Bantul mengungkap 3 kasus penyalahgunaan obat berbahaya (Obaya) di wilayah Sewon dan Banguntapan Bantul selama bulan Maret 2021. Petugas berhasil meringkus 5 pelakunya masing-masing, AF (21) warga Panggungharjo, Kpf (21) tinggal di Panggungharjo, CG (24) warga Srimulyo, As (22) warga Selopamioro dan Mfa (18) warga Banguntapan.

Dari ke 5 pelaku tersebut petugas mengamankan barang bukti, berupa 5.484 butir obat berbahaya berbagai jenis, 29 butir Psitropika, 130, 20 gram tembakau gorila dan barang bukti lainnya, diantaranya uang hasil penjualan Obaya, HP, toples.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Bantul, AKP Archye Nevadha SIK MH, Rabu (17/3), para pelaku penyalahgunaan Obaya tersebut ditangkap di lokasi yang berbeda dan diamankan barang bukti yang berbeda-beda pula.

Tersangka AF dan Kpf ditangkap di Panggungharjo, sedangkan CG, Mfa dan As ditangkap di Banguntapan.”Tampaknya mereka punya jaringan sendiri-sendiri, ungkapnya.
Para pelaku diancam pasal 212 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) UU Narkotika, dengan hukuman penjara sedikitnya 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dengan denda maksimal Rp 8 milyar. Pasal 62 UU Psitropika dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta. Serta pasal 196 UU Kesehatan , ancaman hukuman pidana 10 tahun dengan denda Rp 1 miliar. Tergantung keterlibatan para pelaku.

Kasatresnarkoba Polres Bantul menekankan, dengan terungkapnya sekaligus meringkus pelaku pengedar Obaya tersebut, setidaknya bisa mengurangi peredaran obat berbahaya di wilayah Bantul. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI