RJI Solusi Guru Mudah Menulis Ilmiah

BANTUL, KRJOGJA.com – Relawan Jurnal Indonesia (RJI) lahir pada awal Juni 2016 sebagai organisasi nirlaba yang memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga untuk pengembangan publikasi ilmiah di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya.

 

Ketua RJI Andi Putra Kesmawan, Rabu (23/12) dalam penerbitan Jurnal Ideguru menuturkan RJI membantu pengelolaan jurnal di Indonesia selain itu menjadi tempat bertanya bagi pengelola jurnal di Indonesia.

 

Ditambahkannya RJI hadir atas inisiatif salah satu pengelola jurnal di Yogyakarta dan pengelola jurnal lainnya di daerah-daerah lainnya seperti, Bandung, Makasar, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur serta daerah-daerah lainnya. RJI adalah gerakan kerelawanan yang dengan sukarela memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga terkait pengelolaan jurnal elektronik kepada pengelola jurnal lain di perguruan tinggi, badan penelitian dan lainnya di seluruh Indonesia tanpa membeda-bedakan dan tanpa mengkotak-kotakkan.

 

Kepala Dikmen Bantul Dikpora DIY, Drs Suhirman MPd menuturkan penerbitan jurnal ideguru adalah salah satu program Bidang GTK Dinas Dikpora DIY yang bertujuan untuk mengembangkan keprofesian berkelanjutan khususnya bidang publikasi ilmiah. Jurnal ini berkembang dari media cetak menjadi jurnal versi online (E-Journal) dengan aplikasi Open Journal System.

 

Beberapa hasil perkembangan terkini tentang E-Journal Ideguru seperti telah memiliki Digital Object Identifier (DOI) pada setiap artikel yang terbit 2 tahun terakhir, telah terindeks Google Scholar, Garuda Ristekdikti, Onesearch Perpusnas RI, dan Crossref  telah dikunjungi lebih dari 10.000 pembaca yang tersebar di 60 negara, dengan rata-rata kunjungan ke website perhari lebih dari 50 pengunjung, telah disitasi sebanyak 22 oleh para penulis dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia

 

“Semoga E-Jurnal Ideguru akan terus  menjadi wadah publikasi hasil penelitian ataupun hasil  tulisan berfikir  kritis para guru. Selanjutnya kami terus berharap kehadiran E-jurnal ini akan menjadi salah satu pemicu bagi para guru untuk semakin giat dalam berliterasi khususnya menghasilkan karya-karya penelitian yang bermutu,” urainya. (Aje)

 

 

BERITA REKOMENDASI