RPA di Bantul Terdampak Covid-19

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 benar-benar membuat berbagai aktivitas ekonomi terpuruk. Ada yang bertahan namun tidak jarang yang ambruk. Kondisi sulit tersebut kini tengah menghimpit Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Kabupaten Bantul.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis SE disela inspeksi mendadak (sidak) di Imogiri, Senin (08/02/2021) menjelaskan kedatangan rombongan kali ini merupakan kunjungan pertama di RPA di Wirokerten Banguntapan Bantul. Dijelaskan, usaha tersebut sempat tutup empat bulan setelah dihempaskan pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, usaha tersebut harus mengambil keputusan sangat berat yakni merumahkan 120 karyawan. “Ketika kondisi normal, bisa memotong 10.000 ekor ayam. Sekarang kondisinya sangat sulit ayam yang dipotong kisaran 1.000 ekor,” ujar Wildan Nafis.

Ketika sidak ke dua di RPA Kalurahan Girirejo, Imogiri rombongan disuguhi fakta bagaimana beratnya pengelola RPA terus bertahan ditengah pandemi Covid-19. Di tempat tersebut omzet turun mencapai 50%, jika biasanya 2.000 hingga 4.000 ekor per hari.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo SPt MSi menjelaskan jumlah keseluruhan RPA di Kabupaten Bantul mencapai 700 unit. Dari jumlah tersebut secara umum kena imbas pandemi Covid- 19.

“Karena jumlah RPA di Bantul mencapai 700 lebih, mulai skala kecil dan besar yang besar artinya dalam sehari bisa memotong ribuan ekor ayam semua kena dampaknya,” ujar Joko. (Roy)

BERITA REKOMENDASI