RS PKU Muhammadiyah Galakkan Pengobatan Tepat, Selama Pandemi Temuan TB Menurun

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com – Angka penemuan pasien Tuberculosis (TB) menurun drastis selama pandemi Covid-19. Tetapi RS PKU Muhammadiyah Bantul tetap melakukan program Tempo, yakni temukan pasien secepatnya dan obati secara tepat. Hal tersebut diungkapkan dr Novi Wijayanti Setyaning Sukirto MSc SPD dokter RS PKU Muhammadiyah saat mengisi Webinar Bincang Kesehatan series 2, Recovery TB di era pandemi lewat zoom, Kamis (10/2/2022).
dr Novi juga menjelaskan jika saat ini RS PKU Muhammadiyah Bantul melalui program Mentari TB Recovery dibawah Mejelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan USAID yang diharapkan dapat  meningkatkan angka temuan dan pengobatan TB di 48 RSMS di 44 Kabupaten/ Kota di 9 Provinsi.
Pelayanan tersebut termasuk skrining gejala dan riwayat atau investigasi paparan TB di keluarga. Jika batuk lebih dari dua minggu , ada riwayat kontak dengan pasien TB dan penurunan berat badan sehingga terduga TB maka pasein akan dipisahkan.
Selain itu, RS PKU Muhammadiyah Bantul juga melakukan skrining pada pasien diabetes melitus (DM). Hal ini karena DM menjadi salah satu faktor resiko terjadi infeksi TB sebanyak 3 kali akibat mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. “Dari data yang ada, hampir 90 persen pasien TB ternyata penderita DM,” ungkapnya.
Penurunan temuan kasus TB sendiri menurut dr Novi besar kemungkinan disebabkan karena penurunan akses masyarakat pada layanan kesehatan terkait TB. “Sehingga terjadi gap, banyak penderita yang tidak terdiagnosisi dan terlaporkan. Karena mungkin ada yang takut dicovidkan,” tambah dr Novi.
Menurut data badan kesehatan dunia WHO , Indonesia adalah negara kedua setelah India yang melaporkan angka penurunan temuan TB sejak pandemi Covid sebanyak 14 persen . Indonesia sendiri merupakan negara ke-3 setelah India dan Tiongkok sebagai penyumbang dua pertiga pasien TB di dunia. Tetapi banyaknya terduga TB yang tidak terlaporkan dan terdiagnosis selama pandemi menghambat juga proses penyembuhan pasien. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI