Saluran Tersier Ditutup, Petani Minta Dikembalikan Fungsinya

BANTUL, KRJOGJA.com  – Petani di wilayah Segoroyoso Pleret Bantul mendesak saluran tersier yang sekarang sudah dihilangkan  untuk membangun rumah salah satu warga dikembalikan. Hilangnya saluran tersier tersebut dikhwatirkan bakal mengganggu distribusi air ke area lahan pertanian seluas 12 hektare diwilayah tersebut.

Petani  sudah mengadukan persoalan itu ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Bantul, Pemdes Segoroyoso Pleret. Namun hingga kini belum ada tindakan  upaya pengembalian fungsi saluran tersier tersebut.

Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tirtayasa 1 Pleret Bantul, Selasa (10/10/2017) mengatakan saluran tersier tersebut sekarang ini sudah tidak berfungsi. Karena untuk sekarang ini sudah digunakan untuk bangunan. Sumber tersebut yakin jika saluran milik pemerintah Bantul. 

"Ini ada istilah tanah pemerintah dicaplok warga. Ini tidak boleh terjadi petani jadi pihak paling dirugikan,” ujar sumber yang enggan disebut jatidirinya itu. 

Dia mengatakan sepanjang saluran utama atau sekunder ada saluran tersier. Namun sekarang sudah tertutup tanah setelah pemilik lahan tidak jauh dari lokasi membangun rumah.

Kepala Seksi Pengelolaan Jaringan Irigasi Bidang Sumber Daya Air DPU PKP Bantul, Yitno ST MT sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Segoroyoso Pleret Bantul. Waktu itu lurah desa sudah sanggup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun memang hingga sekarang belum ada titik terangnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI