Sampah Pantai Pengklik Hambat Budidaya Mangrove

Editor: KRjogja/Gus

SANDEN, KRJOGJA.com – Isu lingkungan menjadi salah satu fokus perhatian Forum Komunikasi Pemuda Pemudi Tegalrejo -Tegalsari Desa Srigading Kecamatan Sanden kabupaten Bantul. Mereka bergerak sukarela untuk membuat benteng pertahanan  terakhir agar air tidak menggerus lahan  pertanian di kawasan itu. 

Gerakan yang nyatapun sudah dilakukan dengan melakukan penanaman bibit mangrove di sekitar Pantai Pengklik Samas Srigading Sanden Bantul sejak tahun 2011. Niat menjaga lingkungan agar tidak rusak menghadapi persoalan sampah yang menutupi permukaan air.  

"Kami dari pemuda-pemudi Tegalrejo -Tegalsari didukung Pemerintah Desa Srigading dan juga stakeholder berusaha melindungi lahan pertanian dari gerusan air.  Dengan metode penanaman mangrove sebagai pertahanan alami ternyata sanggup meminimalisir kerusakan," ujar Koordinator lapangan Sancoko Senin (20/1).

Sejak dirintis sembilan tahun silam, dampaknya  cukup signifikan, lahan pertanian sekarang lebih terlindungi.  Selain  itu gerakan itu sekaligus untuk memberikan edukasi masyarakat. Alam sebagai lingkungan tempat manusia tinggal harus dijaga kelestariannya agar tidak merusak ekosistem lainnya.

"Generasi muda kita beri inspirasi agar tumbuh rasa kepedulian pada lingkungan. Termasuk jangan membuang sampah sembarangan. Karena muara sampah yang dibuang di sungai itu akhirnya juga masuk di area mangrove dan itu menjadi salah satu penghambat pertumbuhan tanaman ini," ujar Sancoko.

Bahkan program tanam mangrove kerap gagal karena tidak bisa menghindar dari tebalnya sampah. “Kalau air pasang kemudian surut, sampah pasti akan menenggelamkan bibit mangrove, itu hambatan kami dalam mengembanggkan mangrove,” ujarnya.

Sancoko mengatakan, menghindari sampah sudah dipasang pengaman dari paranet, tetapi kadang hal itu tidak bertahan lama setelah diterjang air dan sampah. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI