Sampah Terus Menggunung, Apa Kabar TPST Piyungan?

BANTUL, KRJOGJA.com – Pihak Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul belum bisa memastikan kapan truk boleh masuk dan membongkar sampah. Sejauh ini TPST masih melakukan pengurukan supaya truk bisa masuk ke lokasi pembongkaran. Persiapan lokasi pembongkaran dan akses jalan itu maksimal akan selesai Jumat pekan ini. Merujuk data TPST Piyungan dalam sehari sedikitnya 700 ton sampah masuk dari Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta serta Kabupaten Sleman.

"Dari angka 700 ton itu, 50 persen dipasok dari Kota Yogyakarta, 30 persen dari Kabupaten Sleman dan Bantul 20 persen. Sehingga bisa dikalkulasi jumlah sampah yang belum terjangkau di masyarakat . Karena sejak Sabtu lalu TPST ini sudah diblokade warga," kata Staf Pengelolaan Sampah Terpadu Piyungan Sumarwan, Rabu (27/3/2019) petang. 

Pihaknya berusaha agar TPST secepatnya bisa dibuka kembali untuk menghindari sampah menggunung di masyarakat. Meski begitu, TPST baru dibuka jika semua siap untuk digunakan bongkar muat. Jangan sampai terjadi lokasi pembuangan dan akses jalan belum siap, tetapi  truk boleh masuk pasti akan memicu antrean. 

"Sekarang ini baru proses penataan lokasi pembongkaran sampah serta pengurukan akses menuju titik pembongkaran," ujarnya.   

Sumarwan tidak bisa memberikan kepastian  apakah sehari bakal selesai proses pengurukannya atau belum. Banyak faktor mempengaruhi lancar tidaknya pengurukan lokasi dan akses jalan.

Ketika proses pengambilan material lancar biasanya membutuhkan waktu hingga dua hari, paling lama tiga hari. Sumarwan mengatakan, sebenarnya dari TPST Piyungan itu setiap bulan rutin melakukan penimbunan sampah dengan alokasi sekitar 200 truk. 

"Kalau lancar 2 hari, maksimal tiga hari selesai, tetapi sekali lagi kami tidak bisa memastikan," jelasnya. 

Terkait dengan kunjungan Sekda DIY Bambang Wisnu, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti kebutuhan di TPST Piyungan.  Sekda ingin menindaklanjuti permintaan warga serta melihat kondisi lapangan secara langsung.(Roy)

BERITA REKOMENDASI