Samsat Bantul Sosialisasi E-Posti, Bayar Pajak Bisa 3 Bulan Sebelum Jatuh Tempo

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) atau Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bantul adakan sosialisasi tentang Elektronik Perkakas Paos Titian (E-Posti) di Aula Kantor Samsat setempat. Sebagai nara sumber Kepala Samsat Bantul sendiri Pramana SH MM, dari PT Jasa Raharja, Polres Bantul, Bank BPD DIY dan dari Pemkab Bantul. Diikuti unsur OPD, UPT dan se Kabupaten Bantul, Rabu (1/12).

Menurut Pramana, program E-Posti untuk memberi kemudahan proses membayaran pajak kendaraan bermotor, sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2015, tetapi hingga sekarang belum banyak masyarakat wajib pajak yang memanfaatkan. Karena itu perlu digalakkan program E-Posti, sekaligus caranya dengan lewat mesin ATM Bank BPD DIY yang sudah tersedia di 6 titik, yakni di Samsat Induk Bantul, Samsat Pembantu Sewon, di Parasamya, di Bank BPD Cabang Bantul, Samsat Desa Baturetno dan Srandakan. Lewat mesin ATM Bank BPD di 6 titik tersebut wajib pajak tidak perlu datang ke Kantor Samsat. Tetapi cukup lewat mesim ATM di 6 titik tersebut sudah dilayani 24 jam, termasuk sudah cetak STNK nya.

“Sehingga layanan pembayaran pajak kendaraan lewat E- Posti ini cukup membantu masyarakat wajib pajak jauh lebih mudah dan cepat,” ungkap Pramana.

Sementara mulai 1 Desember 2021, para wajib pajak kendaraan bermotor bisa membayar pajak kendaraanya 3 bulan sebelum jatuh tempo. Misalnya jatuh tempo bulan Februari 2022 sudah bisa dibayar pada Desember 2021 ini. Hal ini untuk menghindarkan kenaikan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKP).

Sedangkan program bebas denda pajak kendaraan bermotor kedaluwarsa dengan keterlambatan 6 tahun ke atas, yang diberlakukan sejak awal masa pandemi Covid-19 atau 2 tahun lalu, pada akhir 2021 atau 31 Desember 2021 sudah tidak diberlakukan lagi, kemudian wajib pajak yang terlambat jatuh temponya sudah harus membayar pajaknya ditambah denda sesuai jumlah bulan keterlambatan.

Perhitungan denda pajak kendaraan bermotor untuk satu bulan dikenakan denda sebesar 2,5 persen, bulan berikutnya dan seterusnya ditambah 2,5 persen, sehingga apabila terlambat selama satu tahun dendanya bisa mencapai 48 persen dari besaran pajak. Selama 2 tahun atau sejak pademi Covid-19 pemberlakuan bebas denda pajak Samsat Bantul mampu memberikan keringanan pajak kepada wajib pajak sebesar Rp 6 miliar. (Jdm)

 

BERITA REKOMENDASI