Santri Ponpes Babak Belur Dihajar Suporter

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sekelompok suporter mengamuk dan menghajar warga di Jalan Imogiri Barat Botokenceng Wirokerten Banguntapan Bantul, Kamis (26/07/2018) siang. Fuad Falahhudin yang merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman Sorogenen Sewon Bantul menjadi korban pengeroyokan hingga babak belur. Padahal korban bukanlah salah satu suporter dari tim PSIM Yogyakarta maupun PSS Sleman yang sore tadi ditemukan dalam laga di Stadion Sultan Agung Bantul.

Saat kejadian sekitar pukul 13.00 WIB korban bersama temannya hendak membeli makanan di Jalan Imogiri Timur. Setelah selesai makan dan ketika akan kembali ke pondok, secara bersamaan dari arah selatan muncul iring-iringan konvoi suporter dengan atribut tim tertentu.

Baca juga :

Gol Hendika Arga Kalahkan PSS

PSIM Siap Kerja Ekstra Hadapi PSS

Ketika itu korban mengenakan pakaian yang identik dengan warna suporter PSIM, padahal pakaian tersebut merupakan seragam praktik mengelas. “Motor barisan paling depan hanya memberi isyarat agar pengguna jalan menepi. Kebetulan di lokasi itu memang ada sejumlah pemuda. Mereka yang sebelumnya bergerombol berhamburan melarikan diri,” jelas Ageng Wahab Al Jabar, teman korban saat dijumpai di Puskesmas Pleret.

Gerombolan suporter tersebut langsung menyerang dengan balok dan melempar batu ke arah korban. Karena menerima serangan bertubi-tubi akhinya korban roboh dan para suporter pelaku pengeroyokan tetap terus melaju melanjutkan perjalanannya.

Tak hanya Fuad Falahhudin, sebelum menghajar santri itu gerombolan suporter juga menghajar Joko Prasetyo (23) yang merupakan pendukung PSIM di Glagah Tamanan Banguntapan Bantul. Saat itu korban tengah melakukan perjalanan menuju Stadion Sultan Agung untuk mendukung tim kesayangannya. “Dari selatan iring-iringan suporter mengejar saya dan menyerang secara brutal,” jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Banguntapan Kompol Suhadi mengatakan, dalam kasus itu jajarannya belum menerima laporan insiden antara suporter dan seorang santri tersebut. “Kami belum mendapat laporan atas peristiwa itu,” ujar Suhadi. (Roy)

BERITA TERKAIT