Sapi Sampah Laris di Pasaran

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Upaya pencegahan agar sapi pemakan sampah di Piyungan tidak masuk pasaran tidak akan mudah dilaksanakan. Karena pedagang atau blantik justru kerap mengambil sapi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Piyungan itu. Bagi pemilik sapi Hari Raya Idul Adha membawa berkah tersendiri.  Bahkan seorang warga mengaku penjualan sapi pemakan sampah tidak pernah mengalami hambatan.

Seorang warga yang enggan disebut identitasnya, Jumat (2/9)  mengungkapkan, setiap mendekati Hari Raya Idul Adha permintaan sapi di pusat pembuangan sampah  itu terus meningkat. “Sapi sapi saya ini memang betina. Tetapi  milik warga sini yang jantan juga dijual ke pasar seperti biasa, tidak ada kesulitan” ujarnya. Perempuan itu mengatakan, jika daerah pusatnya jual beli sapi juga  kerap mengambil sapi  pemakan sampah di Piyungan Bantul tersebut. Dia mengakui penjualan sapi pemakan sampah selama ini tidak pernah mengalami hambatan.

Karena pemilik sapi tidak harus ke pasar, sudah ada pedagang  siap membeli. Bagi warga kawasan pembuangan sampah itu, Hari Raya  Idul Adha menjadi berkah tersendiri lantaran harga sapi bakal naik ketimbang hari biasa.

Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Pulung Haryadi mengakui, Pemkab tidak memiliki kewenangan untuk melarang jual beli sapi dari Tempat Pengolahan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, namun ia mengimbau kepada pedagang untuk tidak menjual sapi dari TPST Piyungan. Kendati harga murah, konsumen diimbau tidak terkecoh. Hal ini karena sapi pemakan sampah rentan terkena limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). (Roy/Aje)

BERITA REKOMENDASI