Sat Pol PP Menilai Warga Ingkari Janji

Editor: Ivan Aditya

BANTUL (KRjogja.com) – Sehari setelah penertiban bangunan di zona inti gumuk pasir Parangtritis Kretek dilakukan, kini Pemkab Bantul berupaya secepat mungkin menyelasaikan pembangunan lahan relokasi. Mulai Kamis (15/12/2016) pagi, lahan seluas 1.500 meter diratakan oleh 1 unit buldozer milik Pemkab Bantul. Sementara warga lain terus mengambil puing dibekas rumah yang ditertibkan pemerintah itu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Hermawan Setiaji SIP MH, mengatakan, pihaknya tidak harus meratakan tanah lahan relokasi di Dusun Grogol X itu. Sekarang kini pihakanya fokus pada 9 orang warga penghuni kawasan gumuk yang sejak awal kooperatif.

“Karena sampai H-1 eksekusi itu, baru 9 orang bersedia menandatangani kesediaan pembongkaran secara swadaya. Termasuk memanfaatkan uang jasa bongkar Rp1 juta yang sudah kami siapkan,” jelasnya kepada KRjogja.com, Kamis (15/12/2016).

Terkait warga lainnya, pihaknya tak begitu mempersoalkan. Hermawan dengan tegas menilai warga tersebut mengingkari janjinya sendiri untuk bersikap kooperatif.  Dengan kondisi itu pihaknya merasa tidak memiliki keharusan menyiapkan lahan relokasi dengan fasilitas lainnya.

Dijelaskan, warga yang bertahan dilokasi penertiban sebenarnya memiliki rumah lain untuk ditempati. Aksi bertahan dikawasan penertiban  dan minta bantuan itu merupakan skenario warga yang sejak awal menolak penataan. Untuk menjaga situasi kondusif, pasca penertiban, setiap hari 15 personel Satpol PP  siaga wilayah Depok-Parangtritis. (Roy)

BERITA REKOMENDASI