Sejumlah Lansia Selopamioro Tidak Bisa Cairkan Bantuan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejumlah warga lanjut usia (Lansia) di Kalurahan Selopamioro Imogiri Bantul mulai dihinggapi kecemasan. Karena meski terdaftar sebagai penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tetapi sudah setahun terakhir bantuan tersebut berhenti dan belum diketahui penyebabnya. Padahal sebelumnya, mereka lancar menerima bantun dari pemerintah pusat itu.

Salah satu anggota keluarga penerima program BPNT dan PKH, Ngadiyem (55) warga Selopamioro Imogiri mengatakan sebenarnya hingga sekarang terus menunggu bantuan tersebut cair, tapi kenyataannya rekening masih saja kosong. Padahal Saminem, ibunya yang kini kondisinya jompo tetapi masih terdaftar penerima program BPNT dan PKH.

“Sebelumnya ibu saya menerima program BPNT dan PKH semua lancar, tetapi sudah setahun terakhir sama sekali tidak menerima bantuan. Bahkan Kartu BPNT ketika dicekkan ke e-warung tidak ada isinya. Saya sampai malu ngecak-ngecek saldo yang ada dikartu BPNT milik orang tua saya,” ujarnya, Senin (18/04/2022).

Ngadiyem sejauh ini terus mencari informasi terkait status ibunya masih terdaftar penerima BPNT dan PKH di Dinas Sosial Bantul. Hasilnya memang masih tercatat sebagai penerima program BPNT dan PKH. Sebaliknya ketika pengecekan dilakukan di Kalurahan Selopamioro, daftar nama orangtuanya sudah tidak tercatat sebagai penerima program BPNT dan PKH.

Hasil jerih payahnya sebagai buruh dirasakan sangatlah berat ketika harus merogoh kocek untuk beli popok. Padahal ketika bantuan PKH dan BPNT lancar, kehadiranya sangat membantu. Perempuan tersebut masih berharap ibunya kembali menerima bansos PKH dan BPNT yang sudah mandeg satu tahun terakhir ini.

Tokoh masyarakat Dusun Pelemantung, Sarjono mengatakan, sebenarnya Saminem hanya satu dari beberapa orang yang tidak bisa mencairkan bansos PKH dan BPNT. “Kasusnya sama, tidak lagi bisa mencairkan BPNT dan PKH karena tidak ada saldo di kartu BPNT sejak setahun lalu,”ujarnya.

Sarjono telah berkomunikasi dengan Dukuh Pelemantung, termasuk pendamping PKH dan BPNT Kalurahan Selomapioro. Dari koordinasi tersebut didapat informasi jika lansia tidak lagi mendapatkan BPNT dan PKH disebabkan tidak ada pendamping di keluarganya. “Mbah Saminem masih ada anaknya, tetapi kartu BPNT saldonya juga kosong sejak setahun terakhir ini janggal,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santosa SH MM mengatakan pihaknya bakal segera membentuk tim untuk mengetahui duduk persoalan. Sampai lansia di Kalurahan Selopamioro tidak mendapatkan BPNT dan PKH padahal masih terdaftar sebagai penerima bansos. (Roy)

BERITA REKOMENDASI