Sektor Industri Tumbuh Lebih Cepat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ekonomi dari sektor industri harus didorong akar tumbuh lebih cepat. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mesti ditingkatkan menyongsong menggeliatkan ekonomi paska pandemi Covid-19. Oleh karena kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha sangat dibutuhkan.

“Bantul sebagai kabupaten ‘indsutri’ di Indonesia punya peran bagi pengembangan industri oleh karena itu kolaborasi sangat kita butuhkan,” ujar Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dalam pembukaan Diklat 3-IN-1 berbasis kompetensi ‘Operator Finishing Furniture’ angkatan 1 kerjasama Balai Diklat Industri Yogyakarta dengan Asmindo dan CV Bongo Art, Sentra Industri Kerajinan Furniture Gadingsari Sanden, Senin (15/03/2021).

Program tersebut dilaksanakan 15 hingga 23 Maret 2021. Dalam acara tersebut juga dihadiri Kepala Balai Diklat Industri DIY, Tevi Dwi Kurniaty SIP MSi, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Furniture dan Kerajinan Indonesia Susilo SPd, Penewu Sanden Bangun Rahino, Lurah Gadingsari Mashuri serta Ketua LPKA Asmindo Sapto Daryono.

Halim mengungkapkan, pemerintah kabupaten Bantul membuka diri dunia usaha agar bisa tumbuh bersama. Sejauh ini industri berkembang lebih cepat dari sektor lainnya. Halim sangat optimis, setelah Covid -19 berlalu semua akan menjadi lebih baik.

Ketua Asmindo Komda DIY Dr Timbul Raharjo MHum mengatakan dengan program tersebut peserta pelatihan akan mendapat sertifikat sesuai bidang keterampilan yang dikuasai. Artinya ketika diterima diperusahaan bisa sesuai yang diharapkan.

“Harapan pemerintah tahun ini fokus pada SDM yang ditingkatkan. Dengan demikian kedepannya tenaga kerja tidak hanya dipakai didalam negeri, tetapi bisa juga untuk memenuhi kebutuhan diluar negeri. Kita bisa ekspor SDM ke luar negeri,” ujar Timbul.

Kepala Balai Diklat Industri DIY, Tevi Dwi Kurniaty mengatakan Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan. Dampaknya juga menerjang perekonomian nasional.

Pertumbuhan ekonomi melambat sehingga daya serap tenaga kerja di industri berkurang dan tambahnya pengangguran. Meski begitu, industri pengolahan nonmigas di tanah air masih menunjukkan geliat yang positif.

Kinerja sektor industri manufaktur di tanah air tampak pada kontribusinya paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Periode Januari hingga Desember 2020, industri pengolahan mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 131,13 miliar atau naik 2,95% dibanding periode sama tahun sebelumnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI