Selama Pandemi Industri Transportasi DIY  Rugi Rp 1 Triliun Lebih

Editor: Ary B Prass

Sementara kondisi di perusahannya sendiri, yakni perusahaan transportasi bus GG selama pandemi Covid-19 mengalami kerugian setiap bulan Rp 1,2 miliar.
Menurut V Hantoro di Bus GG mempunyai 38 unit armada bus, dengan karyawan tetap 30 orang, mitra kerja seperti kernet 72 orang. Karena usaha transportasinya tidak jalan, untuk sementara V Hantoro yang juga aktif di Kadinda sebagai Wakil Ketua Unit Perhubungan ini menjalani usaha kecil-kecilan yang hasilnya untuk pembiayaan perawatan kendaraan dan gaji karyawan saja tidak cukup.
“Untuk costnya saja tidak pulih. Jika kami bisa menggerakkan satu gigi, dua gigi saja mungkin bisa untuk gaji pegawai,” katanya.
Karena itu Organda berharap PPKM segera berakhir dan pandemi Covid segera hilang, sehingga transportasi wisata bisa mulai bergerak.
Kalau transportasi pariwisata sudah bergerak, rantai pergerakan ekonomi itu sangat besar. Kalau rantai transportasi pariwisata sudah bergerak, berarti biro perjalanan, gaet, UKM disekitar destinasi, restoran, hotel dan destinasi itu sendiri akan bergerak.
“Ekosistem di pariwisata Yogyakarta itu panjang sekali. Ada dua yang punya andil memberikan distribusi besar, yakni sektor pariwisata dan sektor pendidikan, tetapi di sektor pendidikan sendiri masih macet, sekolah juga masih daring,” pungkas V Hantoro. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI