Semakin Dekat dengan Warga, Ini Nilai Pisungsung Unduh-unduh yang Harus Dijaga

BANTUL, KRJOGJA.com – Umat Kristen merayakan hari Pentakosta atau hari turunnya ruh kudus di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jalan Parangtritis Bobok Patalan Jetis Bantul Minggu (20/5/2018). Dalam perayaan itu dikemas dalam nuansa Jawa baik busana yang dikenakan hingga bahasa sebagai pengantar.  Sebanyak 314 umat GKJ Patalan serta dari sebagian Imogiri datang membawa beragam persembahan dalam bentuk hasil bumi hingga peralatan elektronik. Sementara dalam khotbah disampaikan Pendeta Djoniawan Santoso MPd K.

Ketua Majelis Gereja, Totok Suryo Gupito mengatakan, dalam prosesi lelang itu, juga diikuti umat sendiri. Sedang dana yang  terkumpul diserahkan kepada pihak gereja untuk keperluan kegiatan GKJ Patalan. “Kami dari GKJ Patalan setiap tahun menggelar perayaan Pentakosta artinya perayaan turunnya Ruh Kudus yang menuntun umat di dalam kebenaran,” ujarnya.

Sementara dalam sesi pisungsung unduh-unduh itu sebagai wujud raya syukur umat terhadap berkah yang melimpah. Kemudian sebagian berkah tadi dipersembahkan untuk Tuhan dengan memberikan sumbangan.

“Sebagai wujud rasa syukur, maka umat memberikan persembahan kepada Tuhan dan juga gereja,” jelasnya.

Kegiatan tersebut merupakan  komitmen bahwa, gerejapun merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu kegiatan yang sudah berlangsung sejak 7 tahun lalu itu memang harus dilestarikan. Dalam pisungungsung unduh-unduh itu gunungan  dibuat dari susunan hasil bumi  milik warga. Sebelum diperebutkan jemaah, gunungan tersebut dikirab oleh sejumlah bregada. “Artinya dalam pisungsung Unduh-unduh itu ada nilai yang harus diketahui oleh jemaah,” ujarnya. (Roy) 

BERITA REKOMENDASI