Penggemar Kuliner Tradisional Bahagia, Mie Lethek Bangkit Lagi

BANTUL, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19, sempat membuat perusahaan mie lethek ternyata juga kena dampaknya. Sepinya konsumen membuat produksinya berkurang sekitar 40 persen. Tapi seiring berjalannya waktu, saat ini permintaan mie khas Srandakan tersebut mulai kembali bergeliat.

Perusahaan mie lethek ‘Bendo’ Trimurti Srandakan yang berdiri sejak tahun 1938 baru kali ini mengalami penurunan produksi hingga hampir separuhnya. “Baru kali ini kami mengalami penurunan produksi sampai 40 persen, gara-gara pandemi penyakit. Tapi saat ini mulai bangkit lagi dan permintaan mulai masuk,” ungkap H Saud kepada KR, Senin (13/7/2020).

Perusahaan mie lethek ‘Bendo’ adalah perusahaan mie lethek pertama di Bantul, yang didirikan oleh Umar Bisir pada tahun 1938. Karena saat itu belum ada mesin untuk penggilingan adonan mie yang bahan bakunya dari tapioka dan tepung jagung, maka alat penggerak untuk memutar gilingan yang dibuat dari batu hitam menggunakan sapi. Peralatan tradisional tersebut hingga sekarang tetap dilestarikan.

Setelah Umar Bisir meninggal, usahanya dilanjutkan oleh anaknya, H Saud. Sehingga H Saud merupakan generasi kedua. Sekarang dialihkan lagi kepada Ismet sabagai generasi ketiga.

BERITA REKOMENDASI