Sepenggal Kisah Rinno ‘Badut Jalanan’ yang Sisihkan Penghasilan Bantu ODGJ

BANTUL, KRJOGJA.com – Beberapa hari terakhir, warganet dibuat takjub dengan aksi mulia Rinno (33) warga Bantul yang berprofesi sebagai badut jalanan. Rinno yang berpenghasilan tak sampai Rp 30 ribu sehari menyisihkan uang hasil ‘mbadut’ untuk membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta lanjut usia (lansia) terlantar yang dijumpai.

KRjogja.com, Senin (3/8/2020) berbincang dengan Rinno di Panti Hafara, yang merupakan rumah singgah ODGJ dan lansia di selatan DIY, tepatnya Segoroyoso Bantul. Di tempat ini, sejak empat bulan terakhir Rinno menjadi relawan, mbadut sembari melaksanakan tugas pendampingan pada lansia dan ODGJ.

Rinno memulai kisahnya, dengan melempar ingatan ke tahun 2017 lalu, bukan saat kali pertama ia datang merantau ke Yogyakarta dari Cilacap pada 2012. Pada tahun itu, Rinno sudah berprofesi sebagai pengamen jalanan yang tertangkap razia Satpol PP di salah satu ruas jalan Yogyakarta.

“Saat itu saya ditangkap, melanggar Perda dan harus direhabilitasi di salah satu kamp Dinas Sosial di Karangkajen. Saya di sana 11 hari, melihat langsung bagaimana lansia dan ODGJ secara langsung. Di situlah titik balik hidup, karena saya merasa sangat beruntung dan harus membantu dengan segala daya yang bisa dilakukan,” ungkapnya mengisahkan.

Dari kisah itulah, ingatan Rinno lalu mundur kembali ke tahun 2012 di saat ia ditipu seorang mandor bangunan saat bekerja. Ia datang dengan modal berani, tanpa bekal berharga selain tenaga menjadi buruh bangunan.

BERITA REKOMENDASI