Siaga Nusantara, Gali Literasi Lingkungan Anak Pantai

BANTUL, KRJOGJA.com – Biasanya kegiatan literasi selalu diidentikan dengan sebuah buku. Namun tidak begitu dengan kegiatan literasi Siaga Nusantara.

Kegiatan yang digarap Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara 2018 berkolaborasi bersama Garduaction dan Komunitas Buku Berbagi ini lebih memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar untuk menggali potensi dan kepekaan anak-anak.

"Kita menggali literasi anak pantai. Literasi ini proyeksi spektrumnya lebih dilebar. Biasanya literasi erat membaca buku. Kita lebih menggali kepekaan anak terhadap lingkungan alam dan sosial," ujar Koordinator kegiatan Andreas Bagas Wicaksono (21), kepada KRJOGJA.com, Minggu (31/03/2019) usai kegiatan.

Andreas menambahkan, kegiatan Siaga Nusantara dilaksanakan di setiap minggu selama Maret 2019 di kawasan Garduaction Pantai Parangkusumo. Pesertanya sendiri ialah anak-anak anggota Komunitas Buku Berbagi. 

"Setiap minggunya itu topik dan kegiatannya berbeda-beda tapi masih dalam satu serangkaian, semacam bentuk kelanjutan dari minggu sebelumnya," imbuhnya.

Andreas menceritakan, kegiatan minggu pertama ialah anak-anak diajak observasi lingkungan sekitar. Di situ mereka mengamati apa yang tidak seharusnya ada di pantai. Misalnya saja seperti sampah, pakaian kotor, dan mobil. Pada akhirnya, mereka pun akan menceritakan hasil temuannya lewat menggambar dan membuat karakter dari sampah.

"Mereka mengamati pantai, mencari apa yang seharusnya tidak ada di pantai. Mereka lahir kan tahunya pantai ya dah kayak gitu. Maka dari itu kita coba gali kepekaannya," ceritanya sembari melihat anak-anak terus berdinamika.

Minggu kedua, anak-anak diajarkan membuat kerajinan tangan dengan bahan-bahan bekas. Mereka membawa bahan itu dari rumahnya masing-masing, sehingga antara satu dengan lainnya berbeda bahan.

"Mereka crafting dari bahan bekas yang dibawa masing-masing untuk dibuat sebuah monster," tuturnya.

Minggu ketiga ialah aksi bersih pantai. Kali ini, peserta yang berpartisipasi tidak hanya dari anak-anak. Berbagai perguruan tinggi dan komunitas lingkungan pun turut berperan serta membersihkan sampah di sepanjang Pantai Parangkusumo. Tidak tanggung-tanggung, tercatat 97 relawan berhasil mengumpulkan 75 karung sampah anorganik.

"Sampah yang kami pungut adalah yang anorganik, sedangkan ranting-ranting kami satukan saja. Kira-kira 75 karung sampah tapi kemudian kami pindahkan ke karung yang lebih besar," tegasnya.

Pada minggu keempat, sekaligus menjadi kegiatan terakhir. Alumni Korps Kapal Pemuda Nusantara 2018 memberikan permainan-permainan edukatif kepada anak-anak. Melalui konsep permainan lawas gobak sodor, para anak-anak bermain monster dan ikan. Dalam permainan itu, bagaimana caranya anak-anak yang berperan sebagai monster harus menangkap ikan yang diperankan oleh temannya 

"Hari ini kami juga membagikan reward ke anak-anak, semangatnya sangat luar biasa dalam berdinamika sebulan ini. Hujan deras pun mereka tetap datang," pungkasnya. (KRA-01)

BERITA REKOMENDASI