Siap-siap! Tarif Retribusi Objek Wisata di Bantul Bakal Naik

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJogja. com – Kunjungan wisatawan disejumlah objek wisata di Kabupaten Bantul terus merosot.  Kondisi tersebut ditengarai beberapa faktor,  diantaranya proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah efektif berjalan. Selain itu cuaca curah hujan tinggi jadi pemicunya. Sementara target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata tahun 2022 mencapai Rp 32 miliar.

“Merujuk data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul,  akhir pekan 21-23 Januari 2022 jumlah wisatawan 30.630 orang dengan pndapatan Rp 297.482.500,” ujar Kasi Promosi Dinas Pariwisata  Kabupaten Bantul,  Markus Purnomo Adi SE, Rabu (26/1).

Markus mengungkapkan, dengan posisi tersebut sebenarnya terjadi penurunan sangat tajam menyentuh angka 18% dibanding akhir pekan minggu sebelumnya.  Kendati terjadi penurunan pihaknya sangat optimis target yang dipatok bakal tercapai.

Ketua Komisi B DPRD Bantul,  Wilda Nafis SE mengatakan, target PAD tahun 2022 dari sektor wisata Rp 32 miliar.  Politisi PAN tersebut mengungkapkan, sejumlah pertimbangan jadi dasar mematok target  PAD sektor wisata hingga Rp 32 miliar. “Dasar yang kami jadikan acuan menaikkan PAD sektor wisata ialah karena retribusi dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per orang untuk masuk objek wisata dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul,” ujar Wildan.

Sementara untuk penerapan kenaikan tarif retribusi masuk objek wisata di Kabupaten Bantul sejauh ini masih menunggu Perbup disusun. “Jika nanti Perbup sudah jadi, Dinas Pariwisatala akan segera dilaksanakan kenaikan baru tersebut, ” ujarnya. Wildan mengatakan, dengan retribusi dinaikkan kemudian sepanjang 2022 tidak terjadi penutupan objek. Pihaknya sangat optimis target Rp 32 miliar bisa tercapai.

Sebagai perbandingan,  tahun 2021, PAD sektor wisata dipatok Rp 24 miliar.  Namun karena semua sektor dihempaskan pandemi termasuk sektor wisata. Akhirnya target PAD 2021  diturunkan, jadi Rp 14 miliar. “Penurunan target PAD tahun 2021, karena kondisi waktu itu pandemi. Dari target tersebut terealisasi Rp 13 miliar lebih,” ujar Wildan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI