Siswa Dituntut Cermat Pilih Sekolah

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Penerapan rayonisasi dan sistem zona pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dan SMA negeri rencananya mulai diberlakukan pada tahun ini. Untuk itu siswa diimbau cermat dalam memilih sekolah. Adapun untuk PPDB SMP menggunakan jarak udara yakni jarak terdekat tempat tinggal siswa dengan sekolah tanpa mempertimbangkan nilai.

Sedangkan dari lulusan SMP ke SMA dan SMK menggunakan zona kelurahan sehingga dalam satu zona tertentu dimungkinkan akan ada lebih dari satu kelurahan sehingga dalam hal ini proses seleksi menjadi lebih berat. "Misalnya di zona satu ada sebuah SMA pendaftarnya melebihi daya tampung maka proses seleksi selanjutnya tidak lagi menggunakan zona jarak tetapi mempertimbangkan nilai SKHUN," jelas Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Drs Suhirman MPd.

Dicontohkan Suhirman, misalnya SMAN 1 Jetis memiliki daya tampung 200 kursi sementara siswa yang berada di zona satu jumlahnya melebihi daya tampung atau 250 orang maka nilai SKHUN akan turut dipertimbangkan.

"Jadi dalam seleksi tetap menggunakam SKHUN dan diranking. Ada potensi dan kemungkinan, siswa yang rumahnya sangat dekat dengan sekolah bisa jadi justru tidak diterima di sekolah dekat rumah karena kalau pendaftar melebihi daya tampung dan nilainya rendah," contohnya.

Oleh karena itu ia mengimbau kepada siswa dan wali siswa untuk cermat dalam memilih sekolah dan disesuaikan dengan nilai SKHUN. "Teknisnya nanti siswa yang masuk dalam zona satu bisa mendaftar ke beberapa sekolah. Misalnya siswa yang rumahnya dekat Pasar Bantul mereka bisa mendaftar ke SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3. Jadi tetap harus cermat," tegasnya.

Berdasarkan data, jumlah peserta UNBK SMAada 4.487 siswa, MAada 1.472 siswa dan SMK ada 5.573 siswa. Dari sekian ini, dinyatakan lulus 100 persen. (Aje)

BERITA REKOMENDASI