Siswa MAN 3 Bantul Bidik Emas Olimpiade Matematika

Editor: KRjogja/Gus

PLERET (KRjogja.com) – Tiga siswa MAN 3 Bantul dipastikan maju dalam semifinal Olimpiade Matematika (Optika)  ke-17 tingkat Madra- sah dan Sekolah Islam se-Indonesia. Hal ini setelah Fahimudin T amash, Kholida Nailil Muna, dan Bagus Ferdian meraih Juara 1 seleksi Optika DIY  yang  termasuk  dalam  rayon timur.

Seleksi per rayon  itu  dilaksanakan di UGM akhir pekan lalu. Guru pendamping, Sapti Wahyuni menjelaskan Optika secara nasional digelar oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,  Jakarta. Sistemnya dengan melakukan seleksi di setiap rayon terlebih dahulu. Para pemenangnya kemudian akan masuk pada tahap semifinal. Meski harus melewati proses cukup panjang, namun pihaknya yakin anak didiknya akan mampu meraih juara. 

Hal ini menurutnya cukup beralasan, pasalnya  dua  siswa  yakni Fahimudin mTamash dan Kholida Nailil Muna sebelumnya menggondol medali perak dalam World Mathematic Invitational (WMI) di Vietnam pada Juli 2017 lalu. 

"Pengalaman mereka dalam lomba  sampai tingkat internasional menjadi bekal penting selama proses ini," sebut Sapti, kemarin (19/9) Meski cukup memiliki pengalaman dalam kegiatan serupa, kemampuan ketiga siswa ini terus digenjot.

Bahkan menurut Sapti pendampingan dilakukan semakin intensif. Baginya  peluang  Tim  Optika  MAN  3 Bantul untuk meraih emas terbuka lebar. Namun dibutuhkan konsentrasi dan persiapan yang lebih fokus.

"Kita akan dampingi terus, intensitas latihan juga kita tambah," terangnya. Salah satu anggota tim, Kholida Nailil Muna mengakui pesaingnya kali ini cukup berat. Apalagi seleksi yang dilakukan setiap rayon juga ketat. Sejauh ini menurutnya persiapan yang dilakukan sudah optimal.

Siswa kelas XI ini melakukan sesi latihan hampir setiap hari baik dengan guru pendamping atau tidak. "Bagaimana pun persiapan harus matang, kadang jenuh juga setiap hari harus latihan  tapi  tidak masalah demi juara," jelas siswi tersebut. 

Sementara, Kepala MAN 3 Bantul Ali Asmu'i mengatakan telah memfasilitasi siswanya dalam menggaet prestasi.  Tida  hanya di bidang olimpiade namun juga kegiatan lain. Termasuk memberikan  perhatian khusus terhadap pengembangan kualitas bakat siswanya melalui kegiatan    ekstrakurikuler. "Semua harus  sinergi, siswa latihan, guru mendampingi, sekolah   memfasilitasi," pungkasnya. (Merapi)

BERITA REKOMENDASI