Siswa MTsN 6 Bantul Raih Medali Emas Ajang IEI2C

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – MTsN 6 Bantul kembali menorehkan prestasi bertaraf internasional. Kali ini sekolah yang punya program unggulan tahfidz Al Quran dan riset tersebut meraih 6 medali emas dan satu medali perak diajang Indonesia Education International Innovative Competition (IEI2C). Ajang tersebut merupakan sebuah kompetisi karya ilmiah tingkat internasional yang diadakan Indonesian Federation Publisher of Research Innovation (IFPRI).

Kepala MTsN 6 Bantul, Mafrudah menjelaskan, kompetisi tersebut dihelat sejak 25 Mei 2021 dan diumumkan Kamis (24/06/2021) lalu. Dalam even tersebut diikuti sekitar 100 peserta mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi meliputi empat kategori yakni science, technology, business plan, dan junior class.

Pihaknya mengapresiasi Tim Riset Matsanaba dengan pencapaian itu. Hal tersebut sekaligus menjadi bukti jika MTsN 6 Bantul sebagai madrasah riset yang terus melakukan upaya menumbuhkan semangat bagi peserta didik dan guru.

“Dalam mengemas program riset supaya jadi pembelajaran menarik dan menantang, peserta didik tidak sekadar memahami secara teoritis saja tetapi dapat mengimplementasikan teori. Dengan riset yang terus dikembangkan diharapkan di MTs N 6 Bantul akan melahirkan generasi-generasi umat yang berpikir kritis dan memiliki kemampuan mengurai persoalan,” jelasnya, Rabu (30/06/2021).

Guru Pendamping Riset MTsN 6 Bantul, Novrita mengatakan, dari tujuh tim yang dikirimkan, semuanya mendapat medali emas. Dengan kategori science dan satu mendapatkan medali perak dari kategori teknologi.

Peraih medali dalam kejuaran tersebut peraih medali emas yakni, Rizki Arya Ramadhani, (Riset obat nyamuk semprot dari daun kemangi, serai dan kulit jeruk mandarin), Miccele Mecca Bivinka, (daun binahong dan teh rehan sebagai obat luka), Farida Tri Utami, (Pemanfaatan daun cabe rawit sebagai krim kaki pecah -pecah), Yogi Setyawan, (polybag dari batang pisang), Athiyatul Maula, (bioeyes shadow from cocor duck leaves), Zuyyina Takhanunnunika (Smart plant monitoring online) serta peraih medali Kayla Latifah (Mask Quality Measurer). (Roy)

BERITA REKOMENDASI