Siswa Peserta ‘Sister School’ Pamit Bupati

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Siswa peserta program sister school atau kemitraan sekolah dari SD Unggulan Aisyiyah (SDU) Bantul dan SD Muhammadiyah Bodon berpamitan dengan Bupati Bantul, Drs H Suharsono di kantornya, Rabu (21/3). Dalam program itu para siswa akan tinggal di Negara Singapura, Malaysia serta Thailand.

Dalam acara pamitan itu rombongan juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Didik Warsito dan Kepala SD Muhammadiyah Bodon, Eko Rusyan Anan SPd SI.

Kepala SD Unggulan Aisyiyah Bantul, Suwardi SPd SI mengatakan, peserta program sister school itu nantinya akan berada di tiga negara mulai 30 Maret hingga 9 April 2018. Siswa akan membaur dengan orangtua asuh dari tiga negara tersebut, sehingga bisa berinteraksi langsung. Karena selain fokus dalam pendidikan, siswa juga dibekali sejumlah keterampilan memainkan kesenian. Sehingga selama berada di tiga negara itu bisa melakukan pertukuran  bidang seni. 

“Mereka kami bekali dengan keterampilan membawakan kesenian yang akan ditampilkan dalam program sister school itu,” jelas Suwardi. Selain itu siswa juga dibekali dengan kemampuan  bahasa. “Dengan program ini  salah satu tujuannya ialah untuk meningkatkan mutu lulusan,” jelas Suwardi.

Sementara Bupati Bantul, Drs H Suharsono minta kepada peserta program sister school untuk membawa nama baik Bantul. Orang nomor satu di Bantul ini percaya lewat kemitraan sekolah dengan lingkup Asia Tenggara ini sangat efektif untuk meningkatkan kualitas sekolah. Oleh karena itu siswa sudah seharusnya memanfaatkan kegiatan itu untuk menimba ilmu pengetahuan. “Pembelajaran yang baik bisa diterapkan di Bantul dan dikembangkan yang tujuannya untuk mamajukan pendidikan di Bantul,” jelas Suharsono. (Roy)

BERITA REKOMENDASI