Siswa SD Seropan Masih Belajar di Tenda

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ratusan siswa SD Seropan Desa Muntuk Kecamatan Dlingo Bantul terpaksa harus belajar di bawah tenda semi permanen, Selasa (02/01/2018). Hal tersebut lantaran gedung dan lingkungan sekolah SD Seropan ambles. Bahkan sekarang ini semua siswa sudah dipindahkan ke tempat aman atau belajar di bawah tenda.

Kepala SD Seropan Muntuk Dlingo Bantul, Wagiran SPd mengatakan, sejak bangunan SD Seropan ambles pada 21 Desember 2017 lalu kondisi bangunan sekolah memang sangat memperihatinkan. Pada awalnya kerusakan pada konblok halaman sekolah mendadak ambles.

Setelah kejadian pertama itu, peristiwa serupa juga terjadi di tempat lainya. Wagiran mengatakan, peristiwa tanah ambles di sekolahnya menyebabkan kondisinya semakin parah. Bahkan di bawah bangunan gedung perpustakaan kini terdapat rongga sangat besar dan bisa dimasuki orang dewasa.

"Awalnya hanya ambles, tetapi sekarang semakin besar. Orang dewasa bisa masuk dalam rongga dibawah gedung perpustakaan itu," ujarnya.

Bahkan kerusakan akibat tanah ambles itu sekarang mengakibatkan lantai sisi timur bagian dalam retak. Tidak hanya itu, tembok bagian dalam sudah terjadi rekahan.

Wagiran mengungkapkan, sebenarnya kepanikan guru hingga sampai memindahkan belajar siswa bukan sekadar ambles nya tanah itu. Tetapi munculnya rekahan di belakang gedung tersebut menjadi pertimbangan tersendiri.

Selain tanah di halaman ambles, tebing sisi barat muncul rekahan. Kedepannya akan dibuat shelter dibekas SD Seropan II. "Kelas 1 hingga 5 belajar dibawah tenda, sedang kelas VI menempati ruang PAUD dengan pertimbangan mau menghadapi ujian, " ujarnya.

Sementara Camat Dlingo Tri Tujiana mengatakan, untuk sementara proses pindah belajar dibawah tenda tersebut sudah jadi kesepakatan bersama. Terkait dengan pembangunan sekolah, tentu untuk lokasi bisa dibicarakan dengan pemerintah desa yang punya wilayah. (Roy)

BERITA REKOMENDASI