Siswi SDN Bantim Raih Medali Perak

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Setelah melalui perjuangan cukup keras, akhirnya siswi kelas IV B SDN Bantul Timur (Bantim), Yuka (9) berhasil memperoleh medali perak dan menduduki peringkat kedua kelas Kata Usia Dini Putri dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Merdeka Virtual Karate Championship (IMVKC) 2020 yang digelar pada 27 sampai 29 Agustus 2020.

“Sebenarnya kami sedikit kecewa dengan penilaian yang dilakukan. Karena saat penilaian pertama anak saya menang. Tetapi saat penilaian ulang anak saya kalah dan menduduki peringkat kedua,” ujar Andyn Meilyndawati, orang tua Yuka kepada KRJogja.com, Rabu (02/09/2020).

Disebutkan, dalam partai final penilaian secara offline pada siang hari diperoleh hasil Yuka meraih juara 1 dengan skor 22.08 mengungguli lawannya tim ROCK asal Banten yang hanya mendapat skor 21.94. Tetapi saat dilakukan tanding ulang pada malam Yuka kalah dengan skor 21.60 dan rivalnya mendapat skor 22.14.

Meski begitu, Andyn tetap bersyukur karena sebagai atlet dari pelosok di Bantul mampu menembus peringkat dua nasional. Untuk itu diharapkan kegagalan justru menjadikan semangat bagi anaknya untuk berlatih dan memperbaiki diri.

Apalagi sejak pandemi Covid-19, atlet Dojo Sultan Agung ini berlatih mandiri tanpa pendampingan pelatih. Bahkan bisa dibilang dalam kejuaraan karate virtual yang baru diikuti kali pertama ini tanpa persiapan apapun. “Seminggu sebelum penutupan pendaftaran baru menyatakan ikut kejuaraan dan virtual dan pengambilan video dilakukan sendiri di rumah,” lanjut Andyn menjelaskan.

Sementara Yuka yang ditemui mengaku tak begitu ambil pusing dengan hasil kejurnas virtual yang dijalaninya. Meski sedikit kecewa tetapi ia tetap menerima hasil apapun. Karena dalam setiap kejuaraan tentunya ia sadar ada yang memang maupun kalah.

“Ya mungkin kejurnas ini belum menjadi rezeki saya. Apalagi kejuaraan ini digelar secara virtual, sehingga video yang diambil setiap peserta bisa diulang-ulang dan diambil yang paling bagus. Beda kalau pertandingan itu dilakukan di atas matras yang sesungguhnya, terkadang atlet bagus pun bisa kalah kalau sampai cerboh dalam memainkan kata,” jelas gadis kecil yang hobi membaca dan menulis cerpen ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Kejurnas IMVKC yang digelar Pengurus Besar Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (PB ASKI) diikuti sekitar 400 peserta atlet kata dari 55 kontingen se-Indonesia. Pertandingan sendiri digelar secara daring dengan cara para peserta mengirim rekaman video yang akan dinilai dan diambil yang terbaik oleh wasit juri kata baik nasional maupun internasional. (Usa)

BERITA REKOMENDASI