SMK Muhammadiyah 1 Bantul Komitmen Antarkan Lulusan Songsong Dunia Kerja

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – SMK Muhammadiyah 1 Bantul meneken MoU dengan PT Global Intermedia Nusantara, Rabu (01/12/2021). Kesepakatan tersebut sebagai salah satu implementasi komitmen agar jebolan SMK Muhammadiyah 1 Bantul terserap di dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (Dudika).

Tanda tangan dilakukan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul Harimawan SPd T dengan pimpinan PT Global Intermedia Nusantara Eko Sutrisno ST MCs. Dalam acara tersebut juga dihadiri Wakil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DIY Drs Suhirman MPd, Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY Ahmad Muhamad MAg.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Harimawan mengharapkan kegiatan 8 + I mesti benar-benar terimplementasi di SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Oleh karena itu melalui komitmen antara SMK dengan Dudika sesungguhnya sudah dilaksanakan.

Dijelaskan, sekolah berkomitmen untuk bekerja sama sampai rekruitmen. “Dari kami juga sudah beberapa siswa yang diterima bekerja di PT Global Intermedia yang hari ini bekerja sama dengan SMK Muhammadiyah 1 Bantul,” ujarnya.

Tahun ini ada 2 guru magang dan akan terus berlangsung sehingga para guru nanti bisa mengupgrade ilmu-ilmu terbaru sebagai pengetahuan. “Kita harapkan guru tersebut bisa menyampaikan kepada anak-anak terkait dengan upgrade tersebut,” jelasnya.

Harimawan optimis bersama Global Intermedia SMK Muhammadiyah 1 Bantul sudah terimplementasi sejumlah program termasuk 8 + I. “MoU ini tidak sekadar dituangkan di atas kertas, tetapi benar-benar dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ini,” ujarnya.

Staf Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Usfatun Kasanah menjelaskan MoU PT Global Intermedia Nusantara tersebut dengan program keahlian pengembangan perangkat lunak SMK Mahammadiyah 1 Bantul. Kerjasama sudah dilaksanakan sejak 2018 meliputi praktek kerja lapangan (PKL) siswa, magang guru, penyaluran tamatan, singkronisasi kurikulum.

Selain itu juga mencakup banyak aspek, meliputi seluruh tahapan konsep 8 + 1. “Bahkan ada program guru tamu atau hadirnya praktisi dari dunia industri (PT Global Intermedia Nusantara) ke sekolah untuk mengajar,” jelasnya.

Dijelaskan kemitraan dengan Dudika sangat membantu sekolah khsusnya terkait perkembangan industri sekarang tengah diaplikasikan. Oleh karena itu perusahaan ikut berkontribusi menyiapkan siswa siap kerja.

“Istilahnya kita SMK Muhammadiyah 1 Bantul sebagai miniatur industri. Jadi kita sebagai miniaturnya PT Global Intermedia Nusantara. Sehingga nanti seandainya ada project banyak itu akan melibatkan siswa kami dalam pengerjaannya,” ujarnya.

Secara umum lulusan SMK Muhammadiyah 1 Bantul langsung diterima diperusahaan dalam negeri. Namun ada juga berwirausaha secara mandiri dan menyerap tenaga kerja lulusan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI