SONJO DIY Bantu Percepatan Vaksinasi

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Semua pusat pelayanan kesehatan di Bantul, utamanya yang disiagakan menangani Covid-19 untuk sementara tidak boleh tutup, harus buka pelayanan 24 jam. Sedangkan shelter atau tempat- tempat untuk karantina yang disediakan desa, yang disediakan pemerintah atau shelter mandiri diminta untuk tetap disiagakan dan kapan saja bisa dipakai.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo AMd MKes, terkait upaya antisipasi dan upaya jika terjadi transisi Covid varian Omicron masuk Bantul Sabtu (22/1). “Walaupun saat ini belum terdeteksi adanya varian Omicron masuk DIY maupun Bantul, tetapi harus ada upaya membentengi agar Omicron tidak masuk Bantul, ” ungkap Kepala Dinkes Bantul.

Menurut Agus, saat ini sudah ada transisi Omicron masuk Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia dan sudah ada transisi lokal. Tetapi pada umumnya penularan masih impor.
Sehingga bagi imigran yang pulang ke Indonesia maupun pendatang yang masuk Indonesia harus menjalani surveilans atau pemeriksaan yang ketat.

Dikatakan, puncak penularan Omicron di Indonesia diprediksi hingga 40 hari mendatang atau sampai akhir Februari awal Maret 2022. Tetapi warga tidak perlu takut, asal tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi. Sementara di Bantul hingga Jumat (21/1) masih terdapat 16 warga terpapar Covid-19 dan sedang menjalani karantina.

Terpisah Kepala Puskesmas dan Rumah Sakit Khusus Covid- 19 Bambanglipuro dr Glory menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi di Bantul utamanya di Bambalipuro banyak didukung percepatannya dan dibantu pendanaanya oleh kelompok kemanusiaan Sambatan Yogya (Sonjo) DIY. Menurut dr Glory yang juga sebagai anggota Sonjo DIY, Sonjo DIY membantu percepatan vaksinasi selain di DIY kini sudah meluas keluar DIY.

Sampai Jumat (21/1), pelaksanaan vaksinasi yang didukung Sonjo DIY sudah mencapai 150 kegiatan meliputi vaksinasi jimpitan (VJ), vaksinasi jimpitan plus (VJP), vaksinasi jimpitan anak- anak (VJA) dan vaksinasi Jimpitan Booster (VJB), membutuhkan vaksin 139.629 dosis dan menghabiskan dana Rp 965, 2 juta.

Menurut Ketua Sonjo DIY, Rinawan Pradiptyo PHD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, jumlah anggota Sonjo DIY saat ini sudah mencapai 2.500 orang peduli kemanusiaan, terutama menangani korban Covid-19. (Jdm)

 

BERITA REKOMENDASI