STMIK Akakom Wisuda 125 Diploma

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – STMIK Akakom Yogyakarta mewisuda 125  orang diploma dan sarjana di Bale Lantip, Karangbendo, Banguntapan Bantul, Sabtu (30/03/2019). Wisuda dipimpin langsung oleh Ketua STMIK Akakom, Ir Totok Suprawoto MM MT.

Lulus dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3.00 sebanyak 72 orang, predikat cumlaude sebanyak 18 orang, dan IPK tertinggi diraih oleh saudara Oni Harnantyo dengan IPK 3.91. Hingga saat ini, STMIK Akakom telah meluluskan 10.257 orang  tersebar  di dalam maupun di luar negeri.

"Bekerja pada instansi pemerintah maupun swasta, sebagian besar bekerja di perusahaan/industri yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi," ujarnya.

Menurut Totok Suprawoto, STMIK Akakom pada setiap periode wisuda menyalurkan lulusannya melalui kegiatan 'campus hiring' dengan melibatkan sejumlah industri/perusahaan nasional maupun multinasional dibidang teknologi informasi. 'Campus Hiring' berlangsung 11-19 Maret lalu.

Untuk wisuda periode ini, terdapat 7 perusahaan yang melakukan 'campus hiring', yaitu PT Generasi Baru Surabaya, PT Gamatechno Indonesia Yogyakarta, PT Sinar Mas Group Jakarta, PT Sebangsa Bersama Yogyakarta, PT Indonesia Indicator Jakarta, PT Ebiz Cipta Solusi Jakarta, dan PT Nawa Data Solution Jakarta.

Pada bagian lain, Totok Suprawoto mengatakan, revolusi industri generasi keempat ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution.

Indonesia sudah menapaki era Industri 4.0, yang antara lain ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Namun, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya, misalnya, banyaknya toko konvensional di pusat belanja (mall) yang tutup, karena toko-toko konvensional telah menghadapi masalah serius karena sebagian masyarakat lebih memilih sistem belanja online.

Pada usianya yang ke-40, STMIK Akakom KAKOM berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas yang merupakan bagian integral dalam upaya penguatan kapasitas institusi. Saat ini, terdapat 5 orang dosen yang sedang menempuh studi lanjut program Doktor didalam maupun luar negeri, yang akan segera diikuti oleh beberapa dosen yang lain.

Sri Redjeki MT, salah satu dosen yang saat ini menempuh program Doktor di Unisel Malysia, telah berhasil lolos seleksi untuk mengikuti workshop program doctor di UCLA Amerika Serikat dengan biaya seluruhnya ditanggung oleh Japan Foundation, dan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara diantara 10 orang peserta.

Ditambahkan Totok Suprawoto, untuk pengembangan institusi, saat ini sedang dalam proses pengusulan program Magister Komputer, yang diharapkan pada tahun akademik 2019/2020 sudah bisa mulai menerima mahasiswa baru. (Jay)

BERITA REKOMENDASI