Sudah Kejadian yang Kedua, Makam Raja Sisi Timur Rawan Longsor

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Hujan deras yang berturut-turut dari Minggu (17/3) hingga Senin (18/3) dini hari menimbulkan bencana di sejumlah tempat di DIY. Salah satunya di Bantul, yakni di makam para Raja Mataram di Imogiri sebelah timur, longsor. Material berupa tanah dan bangunan jatuh mengenai pemukiman warga. Selain menyebabkan 5 rumah warga tertimbun, juga menimbulkan 5 korban jiwa dan 1 warga cidera. 

Tanah longsor di komplek Makam Raja-Raja tepatnya diantara makam Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX dan bangunan baru makam yang belum dipergunakan dengan letak di sebelah timur. Rencananya bangunan tersebut digunakan untuk makam raja setelah HB IX.

Makam baru tersebut sudah mengalami longsor ketika akan dilakukan penyerahan bangunan dari pihak rekanan, sehingga longsor kemarin, merupakan kali kedua. Jika tidak segera dilakukan perbaikan bisa mengancam kondisi bangunan makam yang baru. 

Penanggungjawab Makam Raja-Raja Kasultanan di Imogiri, Bupati KRT Balad Jogo Kusumo di lokasi tanah makam yang longsor menjelaskan, dirinya mengetahui ada kejadian tanah longsor setelah mendapat laporan dari abdi dalem Kasultanan yang menjaga makam, sekitar pukul 21.00 malam. Paginya, Senin (18/3) KRT Balad datang ke lokasi tanah yang longsor, untuk  mengamankan lokasi.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Kraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono kepada KR

mengungkapkan, penanganan terhadap bangunan baru makam yang longsor akan berkoordinasi lebih lanjut Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY dan tim pembangunannya.

"Saya sudah lihat dan cek langsung longsor sisi timur kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri. Estimasi kerugian belum diketahui, sementara ini masih di teliti semua kerusakan-kerusakannya," ujar Gusti Condrokirono.

Bangunan baru tersebut rencananya akan digunakan untuk perluasan makam. Longsor tersebut tepat berada di sisi barat bangunan calon makam Sultan Hamengku Buwono X.  

Melihat kondisi tersebut, Gusti Condrokirono mengaku akan melaporkan terlebih dahulu kerusakan bangunan baru tersebut kepada Sultan HB X untuk langkah selanjutnya baik penguatan pondasi bangunan ataupun opsi lainnya. (KR)

BERITA REKOMENDASI