Suharsono Ajak ORARI Perangi Hoax

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Bupati Bantul Drs H Suharsono, mengajak masyarakat melalui Organisasi Radio Amartir Indonesia (ORARI) untuk bersama-sama memerangi hoax alias berita bohong. Adapun hoax dan berita bohong marak pada tahun politik seperti saat ini.

"Tahun politik ini ditandai dengan beredarnya berita bohong atau hoax yang menyebar melalui perangkat genggam kita. Efek dari berita bohong itu menimbulkan perpecahan dan mengancam disintegrasi bangsa. Sebagai organisasi masyarakat yang berfungsi menjembatani arus informasi antara pemerintah dan masyarakat, ORARI dituntut berperan aktif dalam meluruskan berita bohong atau hoax tersebut," ujar Bupati Bantul.

Bupati menambahkan informasi hoax tidak hanya rentan untuk berita dan informasi terkait politik dan ekonomi saja, tetapi rentan pula informasi terkait bencana alam juga bisa dibuat hoax. Misalnya informasi yang dilebih-lebihkan.

“Ada kejadian bencana di suatu tempat kemudian yang di share kejadian bencana di kawasan lain dengan waktu yang berbeda. Ini dilakukan untuk membuat masyarakat panik, terancam dan merasa tidak aman. Utamanya kita berkewajiban mendidik masyarakat untuk memerangi hoax bersama-sama dengan bersikap bijak, tidak mudah menshare berita tanpa ada kejelasan informasi," tegas Bupati.

Sebelumnya Ketua ORARI DIY Anton Sutrisno, mengatakan peran organisasinya masih sangat dibutuhkan di tanah air. Selama ini ORARI telah menjalin kerja sama dengan mitra terkait seperti dengan PMI, BASARNAS, BNPB, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan sebagainya.

"Untuk itu organisasi amatir radio dituntut harus bisa meningkatkan kemampuan, mengembangkan diri, menempatkan ORARI pada tingkat yang sejajar dengan mitra yang ada, sehingga peran ini bisa dirasakan oleh masyarakat luas," ucapnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI