Syawalan Trah, Sarana Perekat Silaturahmi

BANTUL, KRJOGJA.com- Sejak 1800-an, nama Ki/Nyi Wongsodiryo dikenal oleh masyarakat Kota Baru Yogyakarta. Hal itu karena Wongsodiryo adalah seorang pengusaha atau penjual bahan bangunan. Tak hanya itu saja, Ki/Nyi Wongsodiryo juga dikenal dekat dengan masyarakat lantaran sering mengadakan pertunjukan kesenian.

"Dulu eyang Wongsodiryo sering mengadakan wayangan, ketoprak dan lain-lain. Itu karena eyang punya perangkat gamelan, wayang kulit, ketoprak lengkap dengan busana dan pemainnya," ungkap Ketua Trah Wongsodiryan, Yanti Hadi Buana saat mengadakan syawalan di salah satu rumah anggota Suratinah di Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Minggu (16/06/2019).

Nama baik Wongsodiryo itu akhirnya dibentuk Paguyuban Trah Wongsodiryan pada 1983. Sejak saat itu, Trah Wongsodiryan terus mengadakan pertemuan rutin bulanan serta syawalan bersama. Tujuannya agar jalinan tali silaturahmi keluarga besar tidak putus.

Adapun acara syawalan yang diikuti 150-an orang tersebut berlangsung meriah hingga pada pembagian hadiah undian berupa barang-barang elektronik serta acara hiburan. "Tentu acara inti halal bihalal juga menjadi momen penting untuk saling maaf memaafkan sekaligus untuk menyambung silaturahmi keluarga besar Trah Wongsodiryan," harap Yanti Hadi Buana. (Adk)

BERITA REKOMENDASI