Tahapan Pilur Bangunharjo Jadi Sorotan

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Euforia pemilihan lurah (Pilur) mulai terasa di Kabupaten Bantul. Tercatat setidaknya 80 orang mendaftar sebagai calon lurah. Dari jumlah tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul mencatat, 13 petahana kembali bertarung untuk merengkuh kembali jabatan lurah.

Kabid Pemerintah Kalurahan DPMK Kabupaten Bantul, Nanang Mujiyanto, Senin (18/7) mengatakan, tahun ini terdapat 21 kalurahan dari 75 kalurahan di Bantul melaksanakan pemilihan lurah. Rencananya pesta demokrasi tersebut bakal dihelat 25 September 2022 mendatang. Pendaftaran calon sudah ditutup Jumat 15 Juli 2022 kemarin. Tahapan selanjutnya penetapan calon dilakukan 2 September 2022.

Merujuk data yang masuk, beberapa kalurahan calonnya berstatus suami istri yakni Kalurahan Trirenggo Kapanewon Bantul dan Kalurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon. Pertarungan merebut kursi lurah dengan melibatkan saudara terjadi di Sidomulyo, Bambanglipuro.

“Bagi kalurahan yang pendaftarnya hanya satu calon, pendaftaran diperpanjang 20 hari. Ketika masa perpanjangan selesai dan tidak ada pendaftar sehingga digabungkan dengan desa yang belum menggelar Pilur,” ujarnya.

Sedang dinamika pemilihan lurah (Pilur) di Bantul kian hangat salah satunya terjadi Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon. Warga yang mengatasnamakan ‘Masyarakat Peduli Bangunharjo’ terang -terangan mempertanyakan tahapan Pilur.

Koordinator Masyarakat Peduli Bangunharjo Hasyim Turmudzi, mengatakan, hingga batas akhir pendaftaran Jumat pekan lalu. Tiba-tiba mencul dua pendaftar yang diduga dari luar Bangunharjo. “Kedua orang ini dari Dlingo, yang satu dari Turi. Menurut informasi mereka itu suami istri,” ujarnya Senin (18/7).

Dengan tambahan dua orang tersebut, keseluruhan ada tujuh bakal calon mendaftar dalam Pilur kali ini. Selain itu dalam Pilur sekarang terdapat syarat pembobotan ijazah. Aturan tersebut menurutnya bisa jadi celah saling menjegal terhadap balon. Selain itu, jika pendaftar lima orang, tidak perlu ada tahapan seleksi, tinggal melanjutkan pencoblosan.

Sebaliknya ketika pendaftar lebih lima orang, tentu proses seleksi harus dilaksanakan salah satunya menghitung bobot ijazah. Hasyim Turmudzi berharap pemimpin Bangunharjo berasal dari warga lokal yang paham seluk beluk Bangunharjo dan potensinya.

Ketua Panitia Pemilihan Lurah, Kalurahan Bangunharjo, Nova Kristianto mengatakan, tahapan Pilur dilaksanakan sesuai aturan. Pihaknya tidak menampik, dipengujung pendaftaran muncul dua orang balon dari Turi dan Dlingo, keduanya sebagai pasangan suami istri.

Sesuai Perbup 34 tahun 2022, berkas bisa dilengkapi selama tahapan penelitian berkas mulai 18 Juli – 26 Juli. Jika sampai 26 Juli persyaratan belum lengkap, balon itu otomatis gugur. Terkait balon dari luar Bangunharjo, dalam Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Lurah, seluruh warga berhak untuk mencalonkan diri. Kerena di Perda, syaratnya adalah WNI dan tidak ada ketentuan harus warga Bangunharjo sehingga semua bisa diterima. (Roy)

BERITA REKOMENDASI