Tak Ada Jalan Lain, Siswa Harus Bertahan dengan Udara Panas

BANTUL, KRJOGJA.com – Dengan segala keterbatasan, proses kegiatan belajar SD Seropan Muntuk Dlingo Bantul tetap dilakukan meski harus melawan panas. Meski sangat  tidak nyaman dengan kondisi itu, tetapi baik guru dan siswa tidak punya pilihan. Karena sejak awal Januari 2018 atau hari pertama masuk setelah liburan. Kegiatan belajar harus dilakukan dibawah tenda bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.  

Sebagaimana diketahui kegiatan belajar siswa pindah ke bawah tenda lantaran gedung sekolah SD Seropan ambles akhir Desember lalu.  Sejak saat itu semua kegiatan belajar mengajar dipindah ke tenda dengan pertimbangan keamanan.                     

Keluhan beratnya belajar dibawa tenda disampaikan Jefian salah satu siswi warga Seropan 1 Muntuk Dlingo Bantul. Putri pasangan Tugiren dan Ny Ratinem ini mengatakan, sejak pindah ke tenda sejak tanggal 2 Januari 2018. Suasana belajar memang sangat tidak nyaman, terutama ketika sudah menginjak siang.

"Sangat panas, gerah ketika sudah siang," ujar Jefian, Jumat (5/1/2017). Siswi kelas V itu berharap shelter segera bisa ditempati.  
Sementara Kepala SD Seropan Muntuk Dlingo Bantul, Wagiran SPd didampingi seorang guru, Aris Budiman mengatakan,  kegiatan belajar dibawah tenda tidak boleh lebih dari 20 hari. Oleh karena itu proses pembangunan shelter diharapkan segera selesai. Wagiran mengatakan,  banyak kendala dihadapi  ketika  belajar dibawah tenda. Selain  harus melawan rasa panas, ketika hujan turun air bakal masuk ke ruang belajar.

"Udara terasa sangat panas dibawah tenda itu, jika hujan turun air juga masuk," ujar Wagiran.(Roy)

Baca Juga : Gedung SD Seropan, Dimanakah Engkau Berada?

 

BERITA REKOMENDASI