Tak Ada Perhatian Pemerintah, Panggung Sono Seneng Mangkrak

BANTUL, KRJOGJA.com – Kondisi Panggung Kesenian Sono Seneng di kaki bukit Kedung Miri Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri semakin memperihatinkan. Bahkan pelataran panggung penuh lumpur berair dan tumbuah ilalang. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan lumpur akan menutup panggung  yang dibangun Dinas Pariwisata DIY itu.  Sementara warga minta pemerintah bisa memberikan dana stimulan agar bisa membantu masyarakat dalam melakukan perawatan.

Kepala Dusun Kedung Miri Wunut, Sugiyanto, Selasa (9/1/2018) mengatakan, sejak dibangun tahun 2015 lalu masyarakat memang sangat kesulitan dalam melakukan perawatan. Setelah diserahkan waktu itu perawatan sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat setempat. Padahal jika biaya perawatan sepenuhnya serahkan warga sangat memberatkan. Kondisi makin parah setelah musibah banjir akhir tahun lalu. Material lumpur luapan Sungai Oya masuk ke pelataran panggung.

Sugiyanto mengungkapkan, sejauh ini warga menghadapi persoalan serius terkait dengan pembersihan lumpur di Panggung Sono Seneng. Selain itu, disisi barat juga terus digerus air Sungai Kedung Miri.  Ketika musim penghujan seperti ini kikisan air semakin mendekati punggung.

"Untuk mencegah air terus menggerus sisi barat panggung jalan satu satunya hanya dengan dipasang talud, tetapi kami dari mana sumber dananya," ujar Sugiyanto.  

Sementara air yang masuk ke pelataran panggung justru berasal dari lahan pertanian diatasnya dan sekitarnya. Jika ingin pelaratan panggung kering, memang harus dibuat jaringan drainase.

Sugiyanto menjelaskan, sebelumnya sejumlah pentas kesenian memang akan digelar di Sono Seneng. Namun karena kondisinya tidak layak, serangkaian pentas tersebut dibatalkan. Oleh karena itu pihaknya minta kerendahan hati pemerintah untuk ikut merawat Panggung Sono Seneng tersebut.

Sekretaris Komisi C DPRD Bantul Yuda PW mengatakan, mestinya ketika pemerintah melakukan pembangunan  harus diadakan anggaran untuk perawatan. Apalagi jika pembangunan tersebut dilakukan di tengah maysarakat anggaran untuk biaya perawatan harus ada.

“Jika hanya membangun saja tanpa ada perawatan akhirnya muspro,” ujarnya. (Roy)

Baca Juga : Sedayu Bakal Jadi Kecamatan Wisata, Apa Saja Persiapannya?

 

BERITA REKOMENDASI