Tanah Ambles, Warga Dusun Sompok Resah

BANTUL, KRJOGJA.com – Masyarakat Dusun Sompok Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Bantul dilanda keresahan setelah bongkahan batu bergerak mengenai rumah Andi Santoso. Sementara relawan dan warga berusaha memasang kayu sebagai penyangga agar batu tidak melindas rumah tersebut. Selain ancaman  bongkahan batu, warga kampung tersebut juga dibekap keresahan lantaran  tanah disekitar tepi Sungai Oya  ambles hampir 30 cm lebih. Warga sekitar mengungkapkan setelah tanah ambles banyak orang sudah mulai mengungsikan, hewan ternak serta pos ronda.  

Poniyo salah satu warga  yang rumahnya  paling dekat dengan bongkahan batu, menjelaskan,  batu mulai bergerak, Kamis (1/2/2018) sekitar pukul  12.00.  “Ini rumah anak saya, sekitar jam 12.00 batu dibelakang rumah begerak mengenai  genteng belakang,” ujar Poniyo. Puluhan tahun  menempati lahan  terjal tersebut baru  kali ini ada bongkahan batu bergerak mengancam rumahnya.   

Relawan SAR DIY Korwil Bantul Unit Relawan Laskar Putra Mataram Pleret (LPMP), Mustardi mengatakan, setelah  bongkahan batu bergerak mengenai bangunan rumah warga. Pihaknya langsung melakukan  pengamanan disekitar lokasi kejadian.

Selain itu sejumlah batang pohon langsung dipasang untuk menyangga bongkahan batu. “Kami pasang  garis pengaman, karena kondisinya cukup rawan,” ujarnya.

Sementara amblesnya tanah sejak 5 hari lalu di Sompok membuat warga resah. Mereka sangat kwawatir jika hujan berkepanjangan  tanah tersebut habis ambles.   

Ngatiman warga Sompok mengatakan, setelah tanah mulai ambles,  kandang dan  gardu ronda langsung dipindah. Karena area lokasi ambles cukup luas dari sisi barat hingga timur mencapai 70 meter.  Dijelaskan,  kedalaman tanah ambles masing-masing titik sangat bervareasi, namun terlihat sangat jelas ada penurunan.

“Jelas tanah ini,  karena badan juga sudah retak-retak, kandang sapi sudah kami pindah, pondasi itu patah dan terlihat manurun,” ujarnya.  Meski amblesnya tanah tersebut cukup dalam, namun warga  tidak kapan peristiwa alam itu terjadi.

Senada disampaikan  Riyadi,  pondasi depan rumahnya kini sudah patah. Termasuk jalan menuju rumahnya juga sudah ambles lebih 30 cm. “Pondasi ini saya bangun beberapa bulan lalu, tetapi lihatlah sekarang pondasi patah, jalan juga ambles,” ujarnya. Riyadi khawatir jika hujan  berkepanjangan kawasan tersebut bakal ambles.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI