Tanah Di Bantaran Sungai Oya ‘Lenyap’

BANTUL (KRjogja.com) – Longsornya tanah di bantaran Sungai Oya Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul  makin sulit dihindari.  Sejumlah pekarangan warga berstatus hak milikpun lenyap tanpa bekas setelah digerus  luapan sungai. 

Pemerintah Bantul dan DIY dalam hal ini Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWS0) tidak bisa berbuat banyak. Merujuk data Pemerintah Desa (Pemdes) Selopamioro Imogiri sekitat 15 hektare lahan milik warga disepanjang bantaran Oya sudah hilang.

Lurah Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri, Himawan Sajati SE, Senin (5/12) mengatakan luasan lahan yang hilang tergerus banjir terjadi di tujuh dusun yakni, Jetis, Lemah Rubuh, Lanteng, Siluk 1 dan 2, Pelemantung serta Putat. 

"Jumlah 15 ha itu didata dari dusun paling atas yang berhulu di Oya itu ada hak milik dan kas desa. Kami berharap pemerintah itu mengambil langkah –langkah pencegahan."

Menurut Himat hilangnya tanah itu karena  faktor dibangunnya tanggul disisi utara wilayah Sriharjo Imogiri. Sehingga aliran sungai belok mengenai tanah disisi selatan. "Aliran sungai Oya ini belok karena disisi utara dibangunan talut bronjong menjorok ke sungai sehingga aliran sungai belok menerjang tanah disisi selatan,” jelasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI