Tempat Ibadah Harus Steril dari Kegiatan Politik

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pada masa menjelang Pemilu 2019 mendatang, masyarakat diminta untuk mewaspadai politisasi di tempat-tempat ibadah. Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY Drs Muhammad MA mengimbau kepada jemaah untuk tidak melakukan aktivitas politik di tempat ibadah seperti masjid.

"Seorang takmir harus netral tidak boleh ada caleg yang nitip pesan. Begitu pun takmir harus melarang lingkungan masjid tidak boleh dipasang dari atribut partai, caleg atau calon presiden. Takmir masjid juga harus dapat menjaga ketertiban dan kenyamanan jemaah, dan masjid tidak boleh dijadikan tempat kampanye parpol," jelasnya.

Selain mewaspadai potensi adanya politisasi masjid, para takmir juga harus mewaspadai adanya gerakan dan doktrinasi ajaran tertentu yang cenderung radikal dan pendukung teror. "Apa yang marak terjadi di daerah lain jangan sampai terjadi di Bantul," ujarnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI