Tempat Ibadah Wajib Terapkan Protokoler Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Petugas gabungan Satpol PP dan TNI Polri selaku keamanan dan penegakan hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul melakukan ceking lokasi di masjid dan gereja wilayah Bantul, Jumat (17/07/2020). Hal ini dilakukan untuk mengetahui persiapan peribadatan dalam pandemi Covid-19.

“Kami perlu melakukan pengecekan lokasi di tempat-tempat ibadah yang akan dibuka kembali untuk kegiatan peribadatan setelah selama tiga bulan tidak dipergunakan. Sehingga perlu mengetahui persiapan untuk protokoler kesehatannya,” ungkap Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta ketika memimpin pengecekan di Masjid Agung Bantul dilanjutkan ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran.

Gereja HKTY Ganjuran, sudah tiga bulan tidak dipergunakan untuk upacara peribadatan selama pandemi Covid-19. Karena sekarang sudah ada izin dari Pemkab Bantul, mulai Minggu (19/07/2020) mendatang, Gereja Ganjuran dan gereja lainnya di Bantul mulai dibuka kembali untuk peribadatan.

“Karena pemerintah sudah mempersilahkan, maka kami mulai Minggu besuk mengadakan misa di Gereja,” kata Wakil Ketua Paroki Gereja HKTY Ganjuran, Ari.

Tetapi upacara peribadatan di Gereja Ganjuran dibatasi hanya untuk jemaat Paroki wilayah Ganjuran. Tempatnya juga dibatasi karena harus menjaga jarak sehingga kapasitas Gereja bisa menampung 2.500 jemaat akan dibatasi hanya untuk 425 jemaat saja.

Sejauh ini sudah ada jemaat Paroki Ganjuran yang mendaftar ikut upacara peribadatan Minggu mendatang ada 2.497 orang, maka upacara akan dibagi menjadi 6 gelombang peribadatan atau misa. “Dari datang hingga pulang, semua wajib mentaati protokoler kesehatan,” pungkas Ari. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI