Tensi Pilkada Bantul Meningkat Imbas Video Politik Uang, Ketua FLPPPB: Jangan Terprovokasi!

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Meski penyelidikan kasus video viral dugaan politik uang Cabup/Cawabup Drs H Suharsono-Totok Sudarto sudah dihentikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul. Namun kebijakan tersebut tetap memicu pro kontra ditengah masyarakat. Tim advokasi Cabup/Cawabup Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo (AHM-JP) juga sudah melaporkan Bawaslu Bantul ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena tidak profesional.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Pemantau Pilkada Bantul Bebas Politik Uang, Zahrowi, mengatakan, mestinya Bawaslu Bantul mengedepankan independensi, fenomenanya politik uang justru bakal merebak karena Bawaslu menghentikan penyelidikan video dugaan politik uang itu. Dalam kasus tersebut terlihat jika Bawaslu Kabupaten Bantul belum maksimal atau setengah hati dalam menangani kasus video viral bagi -bagi duit tersebut.

Terpisah Ketua Umum Forum Laskar PPP Bantul (FLPPPB), Sadam Prasetyo mengatakan, putusan Bawaslu Bantul menghentikan penyelidikan video viral dugaan politik uang salah satu paslon berpotensi menyulut tensi politik di Bantul menghangat. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan menahan diri dan menciptakan Pilkada Bantul damai. “Masyarakat Bantul semua sudah tahu FLPPPB memberikan dukungan kepada salah satu paslon dalam pilkada. Sehingga saya menghimbau anggota FLPPPB tidak terpancing terprovokasi pihak-pihak yang menginginkan pilkada Bantul berlangsung tidak aman,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI