Terbukti Melanggar Perda, Satpol PP Tutup Paksa Toko Modern Ini

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta kepolisian dan TNI melakukan penutupan paksa terhadap toko modern tidak berizin, Selasa (27/3/2018). Ada lima toko modern berjejaring yang disegel oleh petugas.

Lokasi pertama yang dituju petugas ada di Jalan Kaliurang Km 7 Condongcatur Depok. Sampai lokasi ternyata toko masih operasional, sehingga petugas terpaksa melakukan penutupan paksa. Hal serupa juga terjadi di lokasi kedua, tepatnya di Jalan Yogya-Solo Maguwoharjo Depok. Bahkan, pihak toko masih tetap melayani konsumen meski petugas gabungan sudah masuk untuk melakukan penertiban.

Hal serupa juga terjadi pada tiga toko lainnya. Di Jalan Solo Bogem Kalasan serta dua toko di Sanggrahan Tegaltirto Berbah. Semuanya masih nekad beroperasi, meski sudah ada himbauan dari petugas untuk tutup sendiri.

Kelima toko modern tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Perizinan Perbelanjaan dan Toko Modern. Sebelum ditutup paksa, petugas sudah terlebih dahulu melakukan pembinaan. Mulai dari administrasi hingga pembinaan.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Satpol PP Dedi Widianto mengatakan, akan ada petugas yang melakukan pengawasan terhadap toko-toko modern tersebut. Sebab, mayoritas mereka masih nekad beroperasi.

"Akan ada petugas yang mengawasi. Karena sebagian besar toko hanya memiliki satu pintu, sehingga masih ada kegiatan di dalam. Selama tidak operasional dalam hal ini melayani pembeli tidak masalah," ujarnya.

Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengapreasi langkah dari Satpol PP tersebut. Pasalnya Sesuai Perda, sebuah toko modern harus memenuhi beberapa aturan yang ditentukan. Mai dari Izin Peruntukan Tanah (IPT), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Dokumen Lingkungan, Izin Gangguan dan Izin Usaha Toko Modern (IUTM).

"Penutupan ini menurut Endah penting dilakukan untuk melindungi sektor perekonomian. Salah satunya pedagang tradisional. Apalagi toko modern itu juga tidak memiliki izin usaha," jelasnya.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI