Terdakwa Dituntut Dua Bulan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Terdakwa kasus kecelakaan yang menewaskan korban, Brojo Utomo alias Bibit (60) dituntut hukuman 2 bulan penjara oleh JPU Dani P Febrianto SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (11/04/2018) sore. Bibit terbukti lalai dan tidak mahir mengemudikan mobil hingga menyebabkan tewasnya seorang pelajar C Vitio Daud YP atau Tio (16).

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 310 Ayat 4 UU 22/2009. Hal yang meringankan terdakwa sudah melakukan upaya perdamaian dengan memberikan santunan total Rp 28 juta, menjadi tulang punggung keluarga. Tidak pernah dihukum, sopan dan tidak mempersulit sidang," kata Dani.

Kepada Majelis Hakim dengan Ketua Subagyo SH dan anggota Evi Insiyati SH dan Zaenal Arifin SH, terdakwa Bibit menyatakan akan membuat nota pembelaan sendiri. Majelis Hakim menunda sidang untuk pembacaan pledoi (pembelaan) terdakwa, Rabu (18/04/2018) depan.

Usai sidang ayah korban, Y Nindarta (45) menunjukkan kekecewaannya. Tuntutan itu dinilai  tidak sebanding dengan beban penderitaan keluarganya seumur hidup pasca kehilangan anak laki-laki satu-satunya.

"Tuntutan sangat ringan tidak bisa mengedukasi masyarakat, namun justru memancing orang lebih berani ugal-ugalan saat berkendara meski tanpa kelengkapan dan keahlian mengemudi. Dengan alasan kecelakaan tanpa unsur sengaja, meski sampai menghilangkan nyawa orang lain tidak perlu takut tuntutan hukuman,” ungkap Nindarta.

Bahkan dikatakannya, tuntutan tersebut akan semakin membuat orang tidak punya tanggung  jawab moral pada keluarga korban dengan dalih memilih jalur hukum saja karena akan lebih ringan tanggungjawabnya. Nindarta mengatakan dari proses penyidikan, penyusunan BAP hingga kejaksaan benar-benar diluar pengetahuannya.

Dikonfirmasi terpisah, JPU Dani P Febrianto menyebutkan tuntutan masih batas kewajaran karena kejadian tersebut murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan. "Ada kasus kecelakaan di mana terdakwa yang tidak bertanggungjawab sama sekali saya tuntut 1,5 tahun justru hanya dihukum percobaan dan di tingkat banding dikuatkan," paparnya.

Sebelumnya saat pemeriksaan terdakwa, Bibit yang baru bisa mengemudi mobil sejak 4 bulan sebelum kecelakaan dan tidak mempunyai SIM mengakui grogi ketika mobilnya menabrak korban C Vitio Daud YP atau Tio (16) saat berbelok ke kanan dalam lakalantas di jalan desa Grogol Mulyodadi Bambanglipuro Bantul pada Sabtu siang 31 Desember 2016 silam. Maksudnya mau menginjak rem, namun ia justru pedal gas yang terinjak hingga mobil melindas korban.

"Sebelum belok kanan 25 m saya sudah ritting, 2 kali melihat spion 10 m sebelum belok kosong dan 5 m sebelum belok juga kosong. Namun ketika belok tau-tau terjadi kecelakaan," ungkapnya. (M-3)

BERITA REKOMENDASI