Terkait Penataan Gumuk Pasir, Masyarakat Diminta Legowo

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJogja.com) – Masyarakat pemakai lahan dikawasan gumuk pasir yang bakal kena gusur diminta legowo. Karena program pemerintah tersebut sebenarnya juga tidak pernah mengabaikan kepentingan masyarakat dikawasan pesisir selatan itu.  Jangan sampai  penataan tersebut lambat lantaran terganjal masyarakat berdampak yang enggan menuruti aturan main dari pemerintah. Hingga sekarang ini keberadaan gumuk pasir dikawasan Parangtritis Bantul menjadi aset paling menjanjikan untuk komoditas wisata.

 

Anggota Komisi B DPRD Bantul H Suradal, Rabu (14/9) mengatakan, sejak awal warga menempati lahan yang bukan  miliknya. Sehingga ketika pemerintah menginginkan lokasi itu untuk kepentingan tertentu mestinya masyarakat tidak keberatan.  Penataan kawasan dari pemerintah sebenarnya untuk melindungi keberadaan gumuk pasir itu sendiri.  “Dengan adanya gumuk pasir ini wisatawan terus berdatangan ini kan kekayaan oleh karena itu gumuk ini harus dijaga,” ujarnya. Dengan fakta tersebut masyarakat mestinya juga memahami tujuan dari penataan itu sendiri.

Suradal mengungkapkan nilai jual kawasan pesisir selatan Bantul salah satunya keberadaan gumuk pasir itu. Padahal gumuk itu terbentuk tidak secara tiba-tiba, tetapi membutuhkan proses alam dengan ditunjang alam sekitar. “Tujuan pmerintah itu kan jelas bagaimana gumuk itu tetap lestari. Agar target itu tercapai makanya ada penataan kawasan,” jelasnya.  Sementara Lurah Parangtritis Kretek Bantul, Topo menilai proses penataan oleh Pemkab Bantul diyakani bakal lancar.  

Warganya dikawasan berdampak juga tidak keberatan dengan rencana penataan itu sendiri. Meski ada sebagian menuntut dalam proses penataan itu dilakukan secara selektif. “Tahu sendiri kan waktu sosialisasi di desa, masyarakat tidak merasa keberatan dan mendukung program pemerintah,” ujarnya. Artinya kata Topo  masyarakat sudah legowo karena lahan  kawasan gumuk yang ditempati akan diambil pemiliknya.  Sajauh ini pihaknya juga belum mendengar adanya penolakan warga dengan rencana penataan kawasan gumuk pasir itu. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI