Tertibkan Bangunan, Dewan Minta Pol PP Bantul Jangan Tebang Pilih

BANTUL, KRJOGJA.com – Langkah Satpol PP Kabupaten Bantul menertibkan bangunan diatas saluran irigasi di Jalan Parangtritis Patalan Jetis Bantul menuai beragam tanggapan. Pemilik toko, Siti Muryanti bahkan menilai kebijakan tersebut diambil diwaktu tidak tepat meski pihaknya mengaku salah. Karena masyarakat kini tengah berjuang bisa lepas dari lorong pandemi Covid-19. Sementara komisi B DPRD Bantul mengingatkan Sat Pol PP Bantul tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan. Sebagaimana diketahui, Sat Pol PP Bantul tanpa ampun menghancurkan tembok dan komponen besi sebuah toko pakaian, Rabu (27/10/2021) lalu.

Langkah Sat Pol PP karena pemilik toko melanggar Perda No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan IMB. Salah satu pasalnya menyatakan adanya larangan mendirikan bangunan diatas saluran irigasi.

Pemilik toko, Siti Muryanti, Jumat (29/10/2021) mengatakan, pembongkaran pagar tembok teras dan pagar dari besi ketika beberapa bulan lalu Sat Pol PP Bantul datang ke lokasi. Waktu itu ketika pendemi tengah berada di puncak. Sat Pol PP minta pemilik membongkar bangunan yakni ‘rolling dor’ didepan teras, tembok pagar teras kanan. “Waktu itu saya menyanggupi permintaan tersebut dengan membuat surat pernyataan dengan materai dan cap basah,” ujarnya.

Tetapi pandemi Covid-19 yang kian menjadi berdampak pada mundurnya pembongkaran yang belum dilalukan. Karena keluarganya ada yang terpapar Covid-19. Setelah itu sebulan lalu datang surat peringatan kedua dari Satpol PP Bantul isinya untuk membongkar bangunan yang ada diatas sepadan sungai. Karena belum ada tukang, sehingga pembongkaran urung dilakukan hingga datang surat peringatan ke tiga. Isinya petugas akan membongkar paksa bangunan diatas sepadan sungai pada Senin (25/10/2021) dengan batas waktu pembongkaran paling lambat hari Rabu (27/10/2021).

IMB

BERITA REKOMENDASI