Tiap Hari 90 Kendaraan Luar DIY Putar Balik

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Satlantas Polres Bantul diperkuat Satshabara dan Polsek Srandakan selama diberlakukan PPKM Darurat 3 hingga 20 Juli 2021 melakukan operasi penyekatan jalur masuk ke wilayah Bantul atau perbatasan Bantul dengan Kulonprogo.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK didampingi Kasatlantas Polres Bantul, AKP Gunawan Setiyabudi SH MM yang langsung memimpin operasi, Kamis (08/07/2021) mengemukakan, penyekatan jalur perbatasan wilayah Bantul dengan Kulonprogo ini merupakan salah satu kegiatan penerapan PPKM Darurat yang dilakukan jajaran Polres Bantul.

Menurutnya, penularan Covid-19 di Bantul sudah sangat mengkhawirkan, dengan jumlah terpapar dan kematian yang tinggi. Penularan Covid-19 di Bantul salah satunya karena mobilitas masyarakat yang tinggi. Utamanya mobilitas keluar- masuknya warga luar DIY.

“Karena itu, salah satunya upaya pencegahan penularan Covid-19 yakni melalui penyekatan wilayah, dengan operasi kendaraan bermotor roda 4 dari luar daerah. Terutama penumpang keluarga dari wilayah rawan penyebaran Covid-19,” ungkap Kapolres Bantul.

Operasi ini dikecualikan, bagi pekerja sektor esensial komunikasi dan IT, keuangan dan perbankan, pasar modal sistim pembayaran. Juga pekerja sektor kritikal, seperti energi, kesehatan, keamanan logistik dan transportasi, industri makanan minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana proyek strategis nasional, konstruksi utilitas pasar (air dan listrik) industri pemenuhan pokok masyarakat.

Operasi kendaraan dari luar daerah DIY yang digelar di Pos Polisi Lalulintas timur Jembatan Srandakan tersebut dibagi menjadi tiga ship. Setiap shift rata-rata menjaring 25 hingga 30 kendaraan roda empat luar DIY yang mau masuk Bantul. Sehingga setiap hari setidaknya ada 90 Kendaraan roda empat terjaring.

Pengendara maupun penumpang luar DIY yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan negatif hasil PCR swab atau swab antigen, sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama, surat tanda regrestasi pekerjaan (STRP) atau surat izin keluar masuk (SIKM) wajib putar balik.

Sementara petugas juga membagikan masker kepada semua pengendara kendaraan bermotor yang tidak memakai masker. Disamping itu terus melakukan sosialisasi agar semua pengendara kendaraan tetap menjaga dirinya dari ancaman Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan, utamanya pakai masker. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI