Tidak Ada Terlambat, PPPA Raudhatul Jannah Dampingi Santri Sepuh Belajar Quran

Editor: KRjogja/Gus

SRANDAKAN, KRJOGJA.com – Sejak dirintis tahun 2014, Pondok Pesantren Penghafal Al Qur'an (PPPA) Raudhatul Jannah hingga kini terus menjaga komitmennya mengajarkan membaca Al Qur'an bagi masyarakat. Selain itu, pengasuh PPPA tersebut juga mendampingi santri sepuh agar bisa membaca  Al Qur'an. Berada di Dusun Bondowaluh Karang RT 04 Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Bantul, PPPA kini ini mendampingi 19 santri sepuh dan puluhan santri dari masyarakat setempat.                                                       

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al Qur'an, bahkan kami punya program belajar cepat lima jam bisa membaca Al Qur'an bagi orangtua yang sama sekali belum bisa membaca Al Qur'an," ujar Pendiri PPPA Raudhatul Jannah, Drs Sidiq Pramana Widagda MM disela acara sosialisasi program RTLH dan Wisata halal di PPPA, Rabu (14/8). Dalam acara itu juga dihadiri Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Yuda, Camat Srandakan Anton Yulianto,AP,GM The Atrium Hotel dan Resort, Adin Jumiadi.

Sidiq Pramana Widagda mengatakan, selain memberikan materi cara cepat membaca Al Quran bagi orang dewasa. Setelah lima tahun berdiri, PPPA Raudhatul Jannah kini dihuni sediktinya  46 santri penghafal Al Qur'an. Santri penghafal Al Qur'an di PPPA Raudhatul Jannah berasal dari warga setempat. "Baik santri penghafal Al Qur'an dan juga santri sepuh berasal dari warga sekitar," ujar Siqid.

Meski pondok pesantrennya focus dalam hafalan Al Qur'an. Santri juga dibekali jiwa entrepreneur dengan berbagai unit usaha. Siqid juga mengatakan, sejumlah kegiatan juga diadakan di PPPA Raudhatul Jannah diantaranya, taekwondo, hingga kegiatan memanah "Kami dari PPPA Raudhatul Jannah memberikan kesempatan kapada santri untuk bercocok tanam untuk menumbuhkan jiwa santri berwirausaha, lewat ternak sapi, kambing serta kelinci," ujarnya.

Sejak PPPA didirikan, ponpes tersebut punya visi membentuk generasi Qurani sejak usia dini. Selain itu, dalam membentuk generasi mahir membaca Al Qu'ran, harus dilakukan pembinaan sejak dini. "Kami juga ingin mempersiapkan kader penghafal Al Qur'an supaya bisa menjadi imam dan meneruskan estafet perjuangan Rasulullah," ujarnya. Sementara untuk program pesantren diantaranya, Tahfidzul Qur'an, Tahsin dan Tartil, Tafsir dan terjemah dasar hingga kewirausahaan. (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI