Tiga Desa di Bantul Potensi Penghasil Kelengkeng

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul melakukan gerakan tanam kelengkeng serta pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian tahun anggaran 2021, ditandai dengan penanaman pohon kelengkeng oleh Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih di Taman Puspa Gading Tegaldowo Bantul, Kamis (04/11/2021).

Pemerintah Kabupaten Bantul, Kamis kemarin memberikan bantuan 6050 batang bibit kelengkeng untuk dikelola Gapoktan di 3 desa yang ditunjuk, yakni Gapoktan Srimulyo Jetis diberikan 2.000 batang bibit kelengkeng untuk lahan 10 hektare. Gapoktan Tri Manunggal Bantul dapat bantuan 2050 batang untuk kesiapan lahan  10 hektare dan Gapoktan Cawan Argodadi Sedayu 2.000 batang bibit kelengkan untuk ditanam di lahan seluas 10 hektare.

Bupati Bantul memaparkan, wilayah Bantul memiliki potensi yang tinggi menjadi kabupaten pertanian, tetapi dalam prakteknya tidak hanya pemerintah yang bergerak, melainkan harus ada juga kerja sama dengan warga yang mengelola. “Karena itu melalui kegiatan penanaman dan pendampingan ini , kedepannya akan dapat menjadi usaha bersama dalam bidang pertanian, guna meningkatkam kesejahteraan masyarakat Bantul,” papar Bupati Bantul.

Uji coba tanaman kelengkeng Vareitas Kateki sudah diperoleh hasil yang bagus, maka perlu dikembangkan di wiayah kabupaten Bantul, untuk awalnya di Kalurahan Bantul, Srimulyo dan Argodadi. Tanaman kelengkeng ini memiliki potensi yang baik dan tinggi, 1 pohon berpotensi menghasilkan 1 kuintal kelengkeng. Dengan pembudi dayaan kelengkeng, maka ke tiga wilayah tersebut dibranding menjadi desa kelengkeng di Kabupaten Bantul. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI