Tiga Pantai Masuk Peta Rawan Abrasi

BANTUL,KRJOGJA.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi mengatakan, gelombang diatas 5 meter diperkirakan akan terjadi hingga satu pekan ke depan. Setelah kejadian itu, BPBD terus melakukan pantauan di lapangan untuk memudahkan tindakan andaikata air laut kembali naik.

"Mulai Minggu (4/6/2017) kemarin gelombang tinggi dan akan terjadi hingga satu minggu ke depan," ujar  Dwi Daryanto, Selasa (6/6/2017).

Terkait dengan data keruskan, BPBD hanya memetakan titik kerusakan paling parah akibat dari terjangan air laut itu. Pantai Kuwaru Poncosari Srandakan Bantul jadi lokasi paling parah kerusakannya. Sedang pantai lainnya relatif jauh dari jangkauan air, jika sampai air naik tidak sampai merusak bangunan.

Dijelaskan di Pantai selatan Bantul ada tiga pantai rawan terjadi abrasi, yakni Pantai Depok Parangtritis, Pantai Samas Sanden serta Pantai Kuwaru Srandakan. Tiga pantai itu, banyak bangunan langsung menghadap pantai tanpa ada pengaman alami speeti daerah lainnya.

Semua langsung menghadap pantai tanpa ada area pemisah antara bangunan dengan air laut.  Terkait dengan pelanggaran warga yang tidak memenuhi jarak aman mendirikan bangunan, Dwi tidak bisa memastikan.  

Menurutnya sejak awal mendirikan bangunan beberapa waktu lalu sudah memenuhi ketentuan. Tetapi karena meningkatkan gelombang menyebabkan  garis pantai terkikis dan mengenai bangunan.  “Permukiman sudah berlangsung bertahun tahun, awalnya  dulu jarak tentu sudah sesuai ketentuan, merujuk kajian adanya gelombang tinggi mengakibatkan  jarak dengan laut tidak ideal lagi,” ujar Dwi.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI