Tiga Persoalan Hambat Produksi Pangan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Kepala Dinas Pertanian  DIY Ir Sasongko MSi, mengungkapkan ada tiga persoalan ditengarai jadi biang penghambat produksi pertanian di DIY. Persoalan itu meliputi bertambahnya jumlah penduduk, penyusutan lahan pertanian serta musim yang tidak menentu.

 

"Petani kami akui  bingung, kondisi ini bagi petani sangat merepotkan mau tanam padi atau palawija," ujar Sasongko disela panen kedelai bersama di Bulak Selobentar Trimurti Srandakan Bantul, Jumat (19/8).  Dalam acara itu juga dihadiri Asisten II, Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Subiyanto,  Plt Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Bantul, Ir Pulung Hariyadi MSc Camat Srandakan Anom Adianto,  Kanit Binmas Polsek Srandakan AKP Supriyono.

Sasongko menjelaskan, persoalan petani sekarang ini memang tidak sederhana. Tiga elemen antara jumlah penduduk, luasan lahan serta cuaca saling bersinggungan. “Sekarang ini produksi pangan menurun karena lahan pertanian berkurang akibat alih fungsi untuk permukiman. Hal itu terjadi karena jumlah penduduk terus  bertambah. Namun upaya peningkatan produksi pangan juga terhambat  oleh labilnya cuaca,” ujar Sasongko.

Sementara terkait luasan lahan kedelai di DIY jumlahnya terus merosot. Satu dekade lalu lahan kedelai mencapai  65 ribu hektare kini tinggal 22 ribu hektare. Terus menyusutnya lahan itu disebabkan banyak pemicunya, diantaranya pola tanam petani, harga cenderung turun.

Ketua Klompok Manunggal Dusun Selobentar Trimurti Srandakan Bantul Cipto Mandoyo mengatakan luas lahan kedelai mencapai 18 hektare. Dengan varietas  grobogan setiap haktare mampu menghasilkan  2,3 ton. Dijelaskan,  untuk prospek tanam kedelai sangat menjanjikan dibanding tanaman lainnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI